Jumat, November 25, 2011

DEMONSTRASI PEKERJA

Konflik antara pengusaha dan karyawan umumnya ialah soal penggajian yang dirasa karyawan sangat rendah dan tidak bisa mencukupi kebutuhan. Lingkaran setan terjadi manakala perusahaan bersikukuh terhadap batas Upah Minimum Propinsi. Seperti yang sedang hangat terjadi pada bulan November ini antara lain Mogok kerja Karyawan Telkomsel, dan demonstrasi buruh di Batam. Keduanya masih menyuarakan perubahan benefits. Foto diatas dari Haluankepri yang 24/11/11 kemarin para buruh menuntut kenaikan UMP dari 1,3 menjadi 1,7 Juta rupiah. Lalu mengapa isu ini terjadi setiap tahun? Secara sederhana kita lihat besar upah adalah sangat tidak bisa membuat hidup layak.

Manusia membutuhkan kebutuhan fisiologisnya terpenuhi, adalah kebutuhan dasar menurut teori dari Abraham Maslow. Sambil saya mengingat-ingat besar pengeluaran saya pribadi dan dibandingkan dengan upah minimum rata-rata pertahun, hampir semuanya Minus. Lihat tabel dibawah ini:

Dari tabel disamping, Maka wajar saya bilang
"KARYAWAN BERGAJI UMP DILARANG MENIKAH DAN DILARANG PUNYA ANAK"
Lah wong hanya cukup untuk kebutuhan "survival" sendirian. Hanya pas buat kebutuhan fisiologis, boro-boro mengharapkan kebutuhan level tertinggi "Self Actualisation". Tabel disamping agaknya memang wajar para buruh di Batam meminta UMP sebesar 1,7 Juta.

Tabel diatas hanya sederhana tidak detil seperti KHL standard pemerintah yang meliputi;

  • Makanan & Minuman (11 items)
  • Sandang (9 items)
  • Perumahan (19 items)
  • Pendidikan (1 item)
  • Kesehatan (3 items)
  • Transportasi (1 item)
  • Rekreasi dan Tabungan (2 item)
Salah satu yang harus dilakukan pengusaha agar bisnisnya sustainable ialah membuat langkah2 pendekatan aspek manusia, build people first before build product. Adalah wajar juga hal ini dipaparkan oleh Kaplan dkk pada konsep BSC (Balance Score Card) menempatkan perspektif Learning & Growth (Aspek manusia) dari 4 perpektif yang ada dalam BSC. Deming dalam 14 points juga menyebutkan hal yang sangat menyangkut aspek manusia ada 3 hal dari 14 deming points.

1. Menanamkan Pelatihan Karyawan
Traning merupakan aspek yang sangat penting karena dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Melalui training, karyawan dapat mempelajari skill dan knowledge baru yang dibutuhkan untuk tetap dapat menyesuaikan dengan perubahan internal dan eksternal perusahaan. Supaya training ini sukses dan dapat menciptakan continuous improvement, maka perusahaan harus peka terhadap apa saja kebutuhan training karyawan, serta harus dilakukan secara berkelanjutan di seluruh level karyawan termasuk manajemen.

2.“Menanamkan kepemimpinan“
Adanya leadership atau kepemimpinan memungkinkan karyawan untuk melakukan pekerjaannya jadi lebih baik. Kualitas kepemimpinan harus ditingkatkan, supaya produktivitas karyawan juga meningkat. Pemimpin harus responsif dalam mengatasi masalah-masalah yang terkait kualitas, misalnya temuan produk cacat, mesin yang rusak, maintenance, dan lainnya. Jika perusahaan punya pemimpin berkualitas di setiap level, tentunya ini akan memungkinkan perusahaan untuk menciptakan excellence success yang dikejar.
3.“Membuang rasa takut“
Di satu sisi, fear atau ketakutan memang dapat membuat karyawan takluk terhadap perintah atasan, namun di sisi lain juga dapat menjadi faktor yang mengakibatkan karyawan mengalami tertekan dan demotivasi. Ketakutan hanya akan menghambat komunikasi dua arah dan kreativitas karyawan. Karyawan tidak bisa mengekspresikan suaranya secara terbuka karena takut, padahal kadang karyawan memberikan saran yang penting untuk kemajuan perusahaan.

Maka perusahaan hendaknya melakukan pendekatan pada aspek manusia agar bisnisnya sustainable.

Konflik antara karyawan dan pengusaha/ perbedaan pandangan antara karyawan dan pengusaha dapat dikurangi juga dengan :

1. Membentuk suatu system informasi yang terstruktur, agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi. Misalnya, dengan membuat papan pengumungan, text berjalan, HRIS sehingga performance appraissal karyawan dari tahun ke tahun terecord track nya. Jika anda datang ke PT. Toba Pulp Lestari, Tbk pasti anda akan melihat sebuah Running Text Display yang berukuran besar (5 meter) di depan pintu masuk untuk menginformasikan berapa Qualitas produk kita dan Produksi, Bonus bulan ini, juga beberapa informasi lainnya. Ini hasil dari project team Total Quality Management untuk meningkatkan komunikasi 2 arah. Juga ada majalah buletin yang terbit 2 mingguan untuk mempromosikan budaya belajar karyawan.

2. Muluskan komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan agar lancar dan harmonis, misalnya dengan membuat rapat rutin, karena dengan komunikasi yang dua arah dan intens akan mengurangi masalah di lapangan. Alirkan dengan informal activity, makan bareng, meeting sambil bakar ikan, dsb.

3. Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan dan karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi setiap individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam hal komunikasi.

4. Buat sistem pengukuran Engagement Karyawan (Survey Komitement karyawan) dan tindak lanjuti Gap yang terjadi. Ini cukup membantu dalam melacak potensi masalah dilapangan dan antisipasi masalah yang bakal muncul dengan lebih terukur.

5. Belajar terus dari para perusahaan besar (benchmarking study) yang sukses pada pengelolaan aspek manusia seperti Google, GE, Toyota, dsb. Ambil yang sesuai dengan kondisi dan budaya setempat.

JIKA ADA 1000 KARYAWAN DEMO MAKA ADA 25000 KARYAWAN YANG DEMO PASIF.

Ilustrasi The Customer Complaint Iceberg. (karyawan adalah customer dari proses pemberdayaan)


Hasil survey penelitian tentang hal yang bisa mendorong kepuasan kerja karyawan adalah silahkan dibuka posting saya sebelumnya disini.

Komponen Kehidupan Hidup Layak Bisa Anda Download Disini

Tidak ada komentar: