Senin, Juni 20, 2016

Seputar Istilah Kepelabuhanan

Bekerja di bisnis pelayaran khususnya dalam bidang pengiriman barang menggunakan kapal laut dan kontainer ataupun tidak menggunakan kontainer, ada beberapa istilah umum yang sering dipakai. Yaitu:


  1. Receiving : adalah aktivitas pergerakan Container dari hinterland / luar melalui in gate menuju Container yard (CY)/lapangan penumpukan untuk di stack/ditumpuk
  2. Loading : adalah aktifitas pergerakan Container dari Container yard (CY)/lapangan penumpukan menuju dermaga ke kapal untuk dimuat
  3. Unloading/discharge :adalah aktifitas pergerakan Container dari kapal menuju ke Container yard (CY)/lapangan penumpukan untuk di stack
  4. Delivery : adalah aktifitas pergerakan Container dari Container yard (CY)/lapangan penumpukan melalui out gate menuju hinterland
  5. Stevedoring : adalah pekerjaan membongkar petikemas dari palka kapal ke atas chasis/dermaga atau sebaliknya dengan menggunakan crane kapal atau crane darat
  6. Trucking/haulage : adalah pekerjaan mengangkut petikemas dengan menggunakan chasis dalam daerah kerja pelabuhan dari lambung kapal ke Container yard (CY)/lapangan penumpukan atau sebaliknya
  7. Shifting grounded       : adalah pekerjaan memindahkan Container dari bay/row/tier ke bay/row/tier yang lain dalam palka kapal yang dilaksanakan dengan menumpuk lebih dahulu ke dermaga
  8. Relokasi : adalah pekerjaan memindahkan Container dari blok/slot/row/tier ke blok/slot/row/tier lain di Container yard (CY)/lapangan penumpukan dengan tujuan pengelompokkan Container di suatu tempat atau pengosongan tempat penumpukan
  9. Angsur : adalah pekerjaan memindahkan Container dari suatu tempat ke tempat lain dalam Container yard (CY)/lapangan penumpukan tanpa menggunakan trailer/chasis
  10. Transhipment : adalah pekerjaan pembongkaran Container dari kapal pengangkut pertama disusun dan ditumpuk di Container yard (CY)/lapangan penumpukan dan dimuat dan dimuat di kapal pengangkut kedua
  11. Reefer: adalah Container yang dilengkapi mesin pendingin (freezer), container ini membutuhkan daya listrik agar freezer beroperasi.
  12. Reefer monitor : adalah pekerjaan memonitor kapasitas supply listrik dan temperatur di dalam Container reefer
  13. Lift on : adalah pekerjaan mengangkat Container dari tempat penumpukan ke atas chasis dengan menggunakan transtainer/top loader atau alat lain
  14. Lift off : adalah pekerjaan mengangkat Container dari atas chasis ke tempat penumpukan  dengan menggunakan transtainer / top loader atau alat lain
  15. Unstuffing      : adalah pekerjaan mengeluarkan barang dari Container dan disusun di atas alat angkutan
  16. Stacking : adalah pekerjaan menyusun Container di Container yard (CY)/lapangan penumpukan atau tempat penumpukan lainnya
  17. SP2 : Surat Penyerahan Peti Kemas, dikenal juga dengan istilah "tila" yaitu surat yang dikeluarkan oleh operator pelabuhan bahwa container tersebut diizinkan diserahkan ke importir. Didalam SP2 ini menerangkan pula kondisi fisik container saat diserahkan.  
  18. EIR : Equipment Interchange Receipt : surat yang dikeluarkan oleh pihak depo sebagai hasil dari pemeriksaan fisik/survey atas container kosong yang dikembalikan oleh importir EIR dan SP2 ini harus dilampirkan saat penarikan jaminan container di pelayaran
  19. SPPB : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang, adalah surat yang dikeluarkan oleh BC yang mana setelah dilakukan pemeriksaan terhadap persaratan dokumen dan atau pemeriksaan langsung secara fisik terhadap barang impor tersebut telah disetujui untuk diserahkan kepada importir.  
  20. NPIK : Nomor Pengenal Importir Khusus, diterbitkan oleh Deperindag cq Dirjen Perdagangan Luar Negri sebagai bentuk persetujuan importir untuk mengimpor barang-barang tertentu seperti garment, textile, gula, elektronik, mesin dan barang-barang lainnya dimana tata niaganya diawasi oleh pemerintah. 
  21. HS : "Harmony system", digunakan untuk mengetahui besarnya PPN, BM, PPNBM dari masing-masing barang yang diimport; Dimana nanti akan dicantumkan pada PIB. CATATAN :Yang boleh melakukan cleareance adalah Perusahaan yang memiliki PPJK. Tidak semua Freight Forwarder dapat melakukan Cleareance.Khusus untuk personal effects, importir mengajukan PIBT & melampirkan dokumen kepindahan ke Indonesia.
  22. SSPCP : Surat Setoran Pabean Cukai dan Pajak, bukti BM, PPn, Pph dan pajak lainnya (jika ada) sudah dibayar   
  23. Cargodoring : Merupakan istilah untuk kegiatan memindahkan barang dari dermaga ke gudang/ lapangan penumpukan masih dalam areal pelabuhan.
  24. Draught/Draft : Merupakan ukuran kedalaman lambung kapal yang diukur dari permukaan air laut, skala draught umumnya tertera pada lambung kapal sehingga mudah untuk dibaca.
  25. Bolder : Adalah tempat diikatkannya tali kapal ke dermaga, biasanya terbuat dari baja, dan di tanam pada bibir dermaga.
  26. Fender : Adalah karet yang berfungsi untuk melindungi lambung kapal dari membentur dermaga, yang disebabkan gelombang laut, atau proses bongkar muat.
  27. Box/Crane/Hour : Merupakan satuan yang menunjukkan produktivitas jumlah box petikemas yang dapat di bongkar/muat oleh setiap container crane setiap jamnya.
  28. Receving/ Delivery : Kegiatan menerima barang dari luar ke dalam pelabuhan (receiving) atau sebaliknya (Delivery)
  29. Labuh : Posisi kapal yang melego jangkar disekitar wilayah pelabuhan, sebelum bersandar di dermaga.
  30. Tambat : Posisi kapal merapat ke dermaga, dimana tali cross kapal terikat pada bolder.
  31. Pandu : Petugas pelabuhan yang bertugas untuk menuntun kapal masuk menuju dermaga melalui alur pelabuhan. Petugas pandu bertanggung jawab atas keselamatan kapal mulai dari lokasi labuh hingga tambat di dermaga.
  32. Kapal Tunda : Kapal yang bertugas untuk mendorong, atau menarik kapal yang menuju dermaga. Kapal ini berukuran kecil namun memiliki daya yang besar. Karena tugasnya yang mendorong kapal (untuk merapat) maka setiap tepinya dilengkapi karet atau ban agar tidak merusak lambung kapal yang di tunda.
  33. Kepil : biasa juga disebut mooring service, adalah jasa dalam mengikatkan tali cross (tali kapal) ke bolder.
  34. Stripping: Kegiatan mengeluarkan (stripping)
  35. Stuffing : memasukkan (stuffing) barang kedalam petikemas.
  36. Gantung Sling : Artinya proses bongkar/muat tidak berlangsung, hal ini bisa disebabkan oleh cranenya rusak, menunggu muatan, atau hal yang lainnya
Reference bacaan:
https://mdk16.wordpress.com
http://www.fpsindonesia.co.id
https://pelabuhanku.wordpress.com

Tidak ada komentar: