Senin, Mei 02, 2016

Terjebak BSC sekedar untuk Performance Management



Sebagian besar perusahaan gagal dalam implementasi BSC secara sesungguhnya. Nilainya gak tanggung-tanggung, beberapa research menyimpulkan lebih dari 80% perusahaan gagal, sehingga BSC hanya sebagai penilaian kinerja karyawan saja. Sebatas itu.

Padahal implementasi BSC merubah semua hal dan terintegrasi pada banyak aspek bisnis manajemen. Wujud BSC hanya sekedar menilai kinerja, bukan sebagai alat mencapai tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
Arus aktifitas BSC ialah >80% top down, bukan menyerahkan kepada karyawan untuk menetapkan aksi dan Key Performance Indicatornya. Secara umum implementasi BSC awal ialah menjelaskan Visi dan Misi, Kemudian merumuskan strategy atau taktik untuk mewujudkannya.  Kemudian setiap strategy atau taktik ditentukan ukuran keberhasilannya, berapa targetnya dan kapan akan dicapai.

Strategy dan ukuran keberhasilan (KPI) kemudian didefinisikan ke segenap program kerja sesuai target "kapan akan dicapai". Contoh dibawah ini, suatu perusahaan tiap tahun target penjualan naik 10%, dan salah satu strategynya ialah otomatisasi proses bisnis dengan ukuran keberhasilan ialah tidak ada penambahan karyawan dalam 6 tahun kedepan.

Selanjutnya setiap program kerja dituangkan dalam project charter yang menjelaskan:
Tujuan, Ukuran keberhasilan, Pihak yang bertanggung jawab, Budget yang dibutuhkan, proses-proses yang dilakukan, dan pihak-pihak yang berkait (stake holder). Proses-prose yang dilakukan dikembangkan dengan konsep prioritas, focus pada "wildly important process". Proses-proses yang dilakukan diterjemahkan lagi kedalam indikator keberhasilan proses.
Pihak-pihak yang terlibat kemudian ditetapkan tugas dan tanggung jawabnya, dengan terlebih dahulu dipetakan RACI nya. RACI ialah Responsible, Accountable, Consulted, Informed. Kerjasama team yang kuat diperlukan dalam eksekusi strategy ditunjang komitment tingkat leadership management.




3R dijalankan untuk kesuksesannya:
-Rewarding
-Recognition
-Respect to human

Sehingga saat berhasil, leaders management memberikan Rewards (Bonus,red) terhadap pencapaian eksekusi strategy. Nah soal rewarding ini, banyak perusahan kepleset mengintegrasikan dalam performance appraissal. Hati-hati. Lebih baik jangan menghubungkan dengan performance appraissal karena akan overlap dengan human capital development.
Sehingga dalam BSC anda akan menemui:
1. Visi
2. Strategy
3. Budgetting
4. Team kerja
5. Penghargaan
Untuk mendampingi aktifitas BSC, maka dibentuklah organisasi "netral" diluar struktur sebagai penyelia dan konsultan perubahan. Umum disebut OSM (Office Of Strategy Management).

Tidak ada komentar: