Kamis, April 03, 2014

MENGENAL 7S MCKINSEY

Mungkin rekan2 sudah browsing sana sini namun sebelum memulai membaca buku tentang 7s Mckinsey ada baiknya melakukan ceklist apakah perusahaan tempat kita bekerja sudah mengadopsi mckinsey secara sengaja ataupun tidak mengenal mckinsey namun sudah melakukan beberapa hal metode 7s mckinsey (tidak sengaja).

Dengan melakukan checklist, maka akan semakin mudah memahami 7S.

Berikut checklist (ya/tidak), semakin banyak iya berarti telah mengarah mengikuti pola manajemen strategi 7S McKinsey.

Strategy:

  • Apakah telah ditetapkan Visi?
  • Ada Misi?
  • Apakah sudah mempunyai strategy?
  • Apakah tiap strategy telah diterjemahkan dalam inisitif-inisiatif tindakan?
  • Apakah anda tahu kekuatan kompetitor-kompetitor bisnis anda?
  • Apakah anda tahu posisi anda dibandingkan dengan kompetitor anda?
  • Apakah segala tindakan difokuskan untuk kepentingan pelanggan?
  • Apakah SWOT organisasi diupdate secara berkala?
  • Apakah ada review strategi secara berkala? 
  • Ada perumusan Key Performance Indicator?
  • Ada Implementasi Balance Score Card/ Model performance management lainnya?

Structure:

  • Apakah ada struktur organisasi?
  • Apakah struktur oganisasi di update mengikuti strategy?
  • Apakah ada garis komando/ komunikasi?
  • Apakah callendar of event tiap divisi/ dept diketahui oleh dept-dept lainnya?
  • Apakah ada tata cara pengambilan keputusan akhir tersentralisasi/ decentralisasi?
  • Apakah struktur organisasi terpublikasi? 

Systems:

  • Ada Kebijakan manajemen terpublikasi?
  • Ada Standard Operating Procedure (SOP)/ Juklak/ Juknis tiap proses bisinis/ Departemen?
  • Ada Peraturan Perusahaan? 
  • Ada IT system? (SAP, HRIS, dll)
  • Ada internal audit / eksternal audit?
  • Apakah ada tata kelola dokumen? peyimpanan, pemusnahan dll.
  • Apakah ada bussines ethics dan terpublikasi?
  • Adakah system rewards?
  • Adakah system perencanaan karir?
  • Adakah sistem promosi jabatan, mutasi, demosi?
  • Apakah setiap innisiatif dibuat dahulu sistem mekanismenya?

Shared Values:

  • Apakah ada core values / nilai inti?
  • Apakah core values terpublikasi?
  • Apakah tiap orang mampu menjelaskan core values?
  • Apakah ada pelatihan/ sosialisasi rutin core values?

Style:

  • Apakah tiap orang mempuyai gaya kepemimpinan yang hampir sama?
  • Apakah ada kegiatan review efektifitas gaya kepempinan ssaat ini?
  • Apakah prilaku-prilaku kepemimpinan yang diharapkan diketahui oleh semua pemimpin?
  • Apakah semua orang kooperatif atau semua orang kompetitif?
  • Apakah fungsi tiap-tiap departemen dipahami oleh pemimpin departemen dlm peran menyokong strategi perusahaan? 

Staff:

  • Apakah ada perencanaan kebutuhan karyawan terintegrasi dengan budget tahunan?
  • Apakah semua posisi ada Job Desc?
  • Apakah tiap posisi punya daftar kompetensi?
  • Apakah secara berkala job desc dilakuakn review?
  • Apakah ada evaluasi kompetensi staff?
  • Apakah ada laporan Gap kompetensi sebagai hasil evaluasi?

Skills:

  • Adakah perusahaan menetapkan core skills?
  • Adakah  ada pengamatan skill karyawan?
  • Apakah ada evaluasi skill?
  • Apakah tiap orang mengetahui fungsi kehalian mereka dalam menyokong strategy?
  • Adakah progam peningkatan skill?   
 
 
 
Meminjam rangkuman Pak Mustamu (http://mustamu.wordpress.com) 
Konsep 7-S McKinsey terdiri atas:

a. Shared Vision; Visi bersama yang melandasi berdirinya suatu organisasi. Visi ini merupakan suatu guideline bagi para anggota organisasi untuk tumbuh dan berkembang. Suatu visi yang baik adalah visi yang dapat dipahami dengan baik oleh anggotanya. Jika seorang anggota mengalami kesulitan untuk memahami visi organisasinya, maka dia akan cenderung mengambil langkah-langkah berdasarkan common sense-nya semata dan mungkin akan menjadikannya kontraproduktif terhadap kepentingan organisasi. Oleh karenanya, suatu visi yang baik, harus dipahami bersama (menjadi shared vision).
b. Structure; struktur organisasi (organizational structure) merupakan cerminan dari shared vision organisasi dalam upaya pencapaian sasaran dan tujuan organisasi secara optimal. Struktur yang sanggup mencerminkan shared vision dengan baik akan memberdayakan organisasi untuk mencapai sasaran dan tujuan tersebut. Oleh karena struktur organisasi bisnis dan non-for-profit cenderung sangat berbeda.
c. System; sistem yang dikembangkan organisasi juga bersumber pada shared vision yang ada. Sistem ini termasuk berbagai hal yang menyangkut perencanaan, implementasi, kontrol dan evaluasi, anggaran, dan penghargaan.
d. Staff; berdasarkan shared vision yang ada, organisasi membentuk personil di dalamnya (pengurus). Organisasi akan menentukan prasyarat orang-orang seperti apa yang dianggap sesuai dengan keberadaan dan tujuan organisasi. Sebagaimana diketahui, jika tujuan organisasi dan tujuan individu di dalamnya tidak searah, maka akan sangat sulit bagi organisasi tersebut untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
e. Skills; ketrampilan setiap individu di dalam organisasi merupakan unsur yang sangat penting bagi keberhasilan organisasi mencapai sasaran dan tujuannya dengan efektif dan efisien. Jika ketrampilan para pelaksana organisasi kurang sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut untuk mewujudkan visinya, maka organisasi tersebut akan cenderung kontraproduktif. Oleh karenanya, skills merupakan cerminan dari core competence organisasi, karena strategi yang disusun juga merupakan refleksi atas skills yang ada.
f. Style; gaya manajemen (kepemimpinan) organisasi merupakan hasil perpaduan antara kelima elemen sebelumnya. Kelima elemen tersebut menentukan gaya kepemimpinan seperti apakah yang paling tepat agar organisasi dapat mencapai sasaran dan tujuannya secara efektif dan efisien. Gaya kepemimpinan yang kurang tepat dengan kelima elemen tersebut akan menyebabkan organisasi mnejadi gagal atau bahkan menuju kehancuran.
g. Strategy; tidak jauh berbeda dengan style, strategi organisasi dibangun berdasarkan shared vision dan keempat elemen yang melingkarinya secara langsung. Strategi suatu organisasi dimaksudkan agar organisasi dapat memiliki arahan yang jelas dan tegas tentang cara-cara yang dipakainya untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Tanpa strategi yang jelas, setiap organisasi akan berada pada kondisi seperti kapal yang berlayar tanpa pernah tahu ke mana akan berlabuh. Dalam organisasi bisnis, strategi merefleksikan kajian yang akurat tentang lingkungan bisnis, terutama tindakan/aktivitas saat ini dan akan datang dari para pesaing.




Tidak ada komentar: