Senin, Januari 07, 2013

Bonus Tahunan Saatnya Investasi Emas Batangan (LM)

Februari-Maret umumnya perusahaan membagikan "kue" pada para prajuritnya yang telah berusaha menggapai visi misi perusahaan. Ada yang dapet 1 bulan gaji bahkan hingga belasan kali gaji. Salah satu rekanan di perusahaan per-Sawitan ternama berujar mudah-mudahan nilai "A" jadi bisa dapet 12 kali gaji. Waahhh... tajir amet bathinku. Kalo prediksi, dengan jabatan dia paling tidak Gajinya perbulan gak kurang dari 9 juta rupiah, so.. seratus juta rupiah ditangan nantinya.  

Ya memang tidak semua perusahaan yang mengadopsi 'super rewards" seperti rekan saya itu, namun Syukur Alhamdulillah perusahaan masih rela membagi kue keuntungan walau sedikit, toh ini lebih cenderung pada "kerelaan hati" owner/ share holder masing-masing perusahaan. Ada sebagian perusahaan yang menganut bonus 3 bulanan, bonus tiap semesteran sehingga di akhir tahun bonus tahunannya gak akan lebih dari 3 bln gaji maksimum.

Ngomong-omong soal bonus, ada baiknya jika rekan2 semua menyisihkan untuk membeli emas batangan Antam. Mengapa? kita lihat trend emas pada grafik dibawah ini, sumber dari www.kitco.com.
Terus terang saya tidak pernah ber-transaksi di Antam untuk membeli Logam Mulia(LM), saya biasanya membeli via Pegadaian. Sistem Angsuran untuk mendapatkan LM dari Antam. Atau beli di toko emas di bilangan Blok M Jakata selatan. Harga emas dari Antam yang tertera di website nya merupakan patokan kita dalam melakukan pembelian emas Antam di toko emas/ pegadaian. Bila kita membeli perhiasan, kita akan dikenakan biaya pembuatan yang relatif mahal (tergantung bentuk, model dan kualitas pembuatan). 
Biaya ini tidak akan diperhitungkan saat kita menjual kembali perhiasan tersebut (hanya dibayar seberat perhiasan Anda). Sedang LM tidak dikenakan biaya pembuatan, kecuali LM yang kecil 25 gram dan 10 gram, akan relatif lebih mahal sedikit bila dibandingkan dengan ukuran 100 gram.
  
Bila rekan-rekan membeli dalam jumlah yang relatif kecil, misal ukuran 5, 10 atau 25 gram maka kita akan dikenakan biaya pabrik (pencetakan). Misalnya: 1 gram Logam Mulia seharga Rp. 500.000, membeli 100 gram, kita akan membayar Rp.50 juta, namun bila kita membeli hanya 10 gram, mungkin kita akan membayar Rp. 5 juta + biaya pabrik (+/- Rp. 200.000).

Pengalaman pribadi, dulu pernah membeli emas via Pegadaian, waktu itu di harga 505.000,-/gramnya untuk emas batangan 25 gram. Sedangkan untuk emas 100 gram, harganya 495.000,- terpaut 10 ribu rupiah. makin kecil ukuran cetakan, maka harganya makin mahal.

Terus apa yang patut kita lakukan:
  1. Membeli saat harga emas sedang murah/turun atau stabil dalam  jangka waktu yang cukup lama, paling sering harga emas itu termurah di bulan Januari setiap tahunnya.
  2. Kemudian menyimpannya (untuk melindung nilai uang kita, karena Emas adalah jenis investasi yang melampaui angka inflasi). Saya pelajari nilai emas pertahun naik 10-20%, lihat grafik diatas.
  3. Kita jual saat harga emas sedang tinggi dan kita akan memperoleh selisih. Misalnya: kita membeli emas di Januari 2012, saat itu harga emas 1 gram sebesar Rp.500.000, bila kita membeli 100 gram,  kita harus membayar Rp. 50 juta. Dan kemudian 1 Desember 2012, harga emas menjadi Rp.550.000 per gram,  bila kita menjual Emas tsb. maka kita akan memperoleh keuntungan sebesar Rp.5.000.000 (bila terjual di harga Rp.55 juta). Lumayan 'kan Rp. 5 juta keuntungan dalam waktu 1 tahun, atau sekitar 10%. Inflasi kita di rata-rata 6% maka jelas Emas membantu melindungi aset kita karena lebih tinggi dari nilai inflasi.
Kalo Deposito? rata-rata bunga Deposito ialah 5%, itupun masih dipotong pajak 20%, artinya tinggal 4%, belum lagi dipotong biaya admin, wah tinggal tiga koma sekian persen saja.

Harga emas saat ini sedang ber-fluktuasi, dan cenderung meningkat terus dari waktu ke waktu (karena tambang semakin sedikit dan kebutuhan meningkat --> Hukum Supply & Demand). So... sisihkan bonus tahunan anda untuk membeli emas batangan.

Tidak ada komentar: