Minggu, Maret 18, 2012

MAKANAN JUNKFOOD MENGURANGI JUMLAH SPERMA

Banyak riset yang menunjukkan berbagai efek negatif konsumsi makanan sampah dari restoran waralaba siap saji yang notabene dari negara paman sam asalnya, junk food ini sangat buruk terhadap kesehatan. Bahkan, penelitian teranyar menyebutkan, konsumsi junk food juga berhubungan dengan jumlah produksi sperma pada pria.
Dalam sebuah riset berskala kecil yang dilaporkan dalam journal Human Reproduction, para ahli meneliti sebanyak 99 pria yang mendatangi klinik kesuburan di Amerika Serikat. Hasilnya menunjukkan, pria yang mengonsumsi tinggi lemak cenderung memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit.

Penelitian juga menemukan, diet tinggi asam lemak omega-3, yang banyak ditemukan dalam ikan dan minyak nabati, dapat membantu meningkatkan kualitas sperma.

Pimpinan penelitian Profesor Jill Attaman, dari Harvard Medical School, Boston, AS, mengatakan, "Hubungan antara keduanya cukup besar. Temuan ini sekaligus menjadi alasan untuk mendorong setiap orang supaya membatasi konsumsi lemak jenuh yang berkaitan dengan perkembagan penyakit kardiovaskular."

Dalam risetnya, peneliti membagi para peserta pria ke dalam tiga kelompok untuk melihat seberapa banyak konsumsi lemak mereka. Hasil menunjukkan, dibanding mereka yang mengonsumsi sedikit lemak, pria dengan asupan lemak tertinggi memiliki jumlah sperma 43 persen lebih rendah dan konsentrasi sperma 38 persen lebih rendah. Konsentrasi sperma diartikan sebagai jumlah sperm per unit volume semen.

Peneliti menegaskan, diet tinggi lemak tampaknya tidak mengganggu kesuburan para responden pria dalam riset ini. Faktanya, tidak ada pria yang jumlah spermanya di bawah ambang batas yang ditetapkan WHO yakni minimal 39 juta dengan konsentrasi 15 juta per mililiter. Bahkan pada pria yang mengonsumsi kadar lemak tertinggi (37 persen melebihi batas kalori normal), jumlah spermanya mencapai 125 juta dengan konsentrasi rata-rata 51 juta per mililiter.
Walaupun begitu, peneliti tetap memperhitungkan fakta bahwa 71 persen dari responden pria ini mengalami kegemukan atau obesitas, di mana hal ini tentu akan berdampak buruk pada kualitas sperma.

Dr Allan Pacey, pakar andrologi dari University of Sheffield, menilai riset ini memang masih terbatas dan perlu dikaji lebih jauh. "Ini studi yang relatif kecil yang menunjukkan adanya hubungan antara asupan diet lemak jenuh dengan kualitas semen," ujarnya

Pacey mengaku tidak terkejut dengan temuan tersebut dan ia berharap ke depan akan ada penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan hubungan antara keduanya. "Ada beberapa cara untuk meningkatkan kualitas sperma bagi pria yang kurang subur di antaranya dengan mengonsumsi makan makanan yang sehat, berhenti merokok dan jika kelebihan berat badan harus berusaha untuk menurunkan berat badan ke dalam kisaran yang normal," tambahnya. (Ditulis kembali dari kompas.com)

Tidak ada komentar: