Kamis, Maret 22, 2012

BAGILAH BERKAT ATAU REJEKI ANDA

Mungkin sudah nggak asing dengan kalimat ini. Sejak kecilpun kita diajari untuk menyumbang atau memberi sesuatu bagi yang membutuhkan. Suatu kisah pelajaran dari negri seberang.

Seseorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia dibalik kesuksesan buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Ketika ditanya rahasianya, sang petani termenung lama karena tidak terpikir sedikitpun hal yang unik yang dilakukannya. Ia bahkan selalu membagi-bagi bibit jagung kepada tetangga-tetangga disekitar perkebunannya.

Sang wartawan memandang sedikit aneh dengan cara kerja petani itu dan menanyakan, “mengapa anda membagi-bagikan jagung terbaik itu kepada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes setiap tahunnya?” sang petani pun menjawab, “angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga dikebun dan menyebarkannya dari satu ladang ke ladang lain. Jika tanaman jagung tetangga saya buruk maka serbuk sari yang ditebarkan keladang saya juga akan buruk. Ini menurunkan kualitas jagung saya. Kalau saya ingin mendapatkan hasil jagung yang terbaik, saya harus menolong para tetangga saya untuk mendapatkan jagung yang terbaik juga.”

Demikian halnya dengan hidup kita dalam kaitannya dengan pemikiran tentang memberi dan menerima. Beralih ke contoh yang lain, ada dua buah laut masyur yang mengairi tiga kawasan, yaitu Yordania, Israel dan Palestina. Laut yang pertama dinamakan Laut Galilea yaitu sebuah laut yang luas dengan air yang jernih dan dapat diminum. Banyak jenis hewan air yang dapat hidup didalamnya. Laut itu juga dikelilingi oleh ladang dan vegetasi hijau yang beranekan ragam. Banyak orang mendirikan rumah mereka disekitarnya. Laut yang kedua bernama Laut Mati, dan sesuai dengan namanya, segala sesuatu yang ada didalamnya mati. Airnya sangat asin sehingga anda pun bisa sakit jika meminumnya. Laut itu tidak ada ikannya. Tak ada sesuatu pun tanaman yang dapat tumbuh disekelilingnya. Hal yang menarik tentang kedua laut itu adalah bahwa ada satu sungai yang mengalir diantara keduanya. Jadi, apa yang membuat keduanya berbeda? Bedanya adalah yang satu menerima dan memberi; sedangkan laut yang lain hanya menerima dan menyimpan. Sungai Yordan mengalir kepermukaan Laut Galilea dan mengalir keluar dari dasar laut itu. Perairan tersebut memanfaatkan air Sungai Yordan dan meneruskannya kepada laut lainnya untuk juga dimanfaatkan. Sungai Yordan juga mengalir kedalam Laut Mati namun tidak pernah keluar lagi. Laut Mati secara egois menyimpan air Sungai Yorda bagi dirinya Sendiri. Hal itulah yang membuatnya mati.

Ingatlah, mereka yg ingin meraih keberhasilan harus menolong orang lain menjadi berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup yang baik harus menolong orang lain memperoleh hidup yang baik pula. Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang kita sentuh. Bagaimana pun, jika kita selalu berpikiran negatif dan tidak mempedulikan orang lain maka hal negatif pun yang akan berbalik ke dalam kehidupan kita.

Champion’s Lesson
Milikilah sikap kasih dengan rela berbagi dengan sesama kita. Jika Anda memilliki rezeki lebih, berikanlah kepada mereka yang membutuhkan. Jika Anda mempunyai pengetahuan yang lebih, brbagilah kepada mereka yang membutuhkan. Niscaya, apa yang Anda berikan akan kembali kepada Anda dengan berlimpah. Mulailah hari ini dengan jeli melihat orang-orang yang membutuhkan bantuan Anda. Milikilah keyakinan,”Makin banyak saya memberi, makin banyak pula saya akan menerima. Jika saya memberi hal-hal yang positif, hal-hal positif pula akan berbalik pada saya.” Dan bagi yang Muslim pastinya takjub akan janji Rasulullah SAW pada hadistnya beliau bersabda: “Sedekah akan menutup tujuh puluh pintu keburukan“ (HR.Thabrani ).

Hadist-hadist Rasulullah dalam hal "berbagi" kenikmatan ;
1 . Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)
2 . Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni kebajikan (amal bakti). (HR. Ath- Thahawi)
3 . Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)
4 . Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): “ Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)
5 . Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka. (HR. Bukhari)
6 . Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Sodaqoh yang bagaimana yang paling besar pahalanya?” Nabi Saw menjawab, “Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (HR. Bukhari)
7 . Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)
8 . Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan ( sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq’alaih)
9 . Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) /menjemput rezeki
10 . Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit ( dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) / penolak bala/menyembuhkan penyakit
11 . Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)
12 . Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)
13 . Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “ Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “ Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya? ” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
14 . Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap makanan ke mulut isterimu. (HR. Bukhari)
15 . Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)
16 . Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham . Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab, “Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya. (HR. An-Nasaa’i)
17 . Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)
18 . Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, “Aku hartamu, aku pusaka simpananmu.” Kemudian nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180 : “Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.” (HR. Bukhari)
19 . Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka dengan paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen). (HR. Ath-Thabrani)
20. Abu Dzarr Ra berkata bahwa beberapa sahabat Rasulullah Saw berkata, “Ya Rasulullah, orang-orang yang banyak hartanya memperoleh lebih banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi Saw lalu berkata, “Bukankah Allah telah memberimu apa yang dapat kamu sedekahkan? Tiap-tiap ucapan tasbih adalah sodaqoh, takbir sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqoh, nahi mungkar sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh.” Para sahabat lalu bertanya, “Apakah melampiaskan syahwat mendapat pahala?” Nabi menjawab, “ Tidakkah kamu mengerti bahwa kalau dilampiaskannya di tempat yang haram bukankah itu berdosa? Begitu pula kalau syahwat diletakkan di tempat halal, maka dia memperoleh pahala. (HR. Muslim)
21. Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad)

Sumber: 1100 Hadits Nabi SAW Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Karya Dr. Muhammad Faiz Almath – Gema Insani Press, dan buku The Champion Lesson)

Tidak ada komentar: