Sabtu, Desember 17, 2011

PENGHAMBAT ARUS KOMUNIKASI BOTTOM UP

Satu diantara typical world class company ialah terakselerasinya aliran komunikasi dari bawah keatas. Ini sangat erat hubungannya dengan gaya kepemimpinan yang dianut oleh atasan, juga budaya perusahaan yang berlaku dibelakangnya. Dari pengamatan selama 10 tahun terakhir, hal paling crussial ialah Role model dari pemimpin puncak (Owner), dimana biasanya 'toke" atau 'owner" terlalu fokus kepada hasil tanpa mempertimbangkan secara penuh sebuah proses yang baik. Pkoknya gol 3-0 mau banyak pelanggaran, mau banyak sikut-sikutan, bertengkar antar pemain bukan fokus masalah yang patut diperhatihan. Apalagi sering menebar ketakutan, menekan dengan sangsi, menekan target dengan punishment bakal memperparah situasi lingkungan kerja. Kata Prof. Deming dalam 14 pointsnya ialah 'DRIVE OUT FEAR" kalo mau menjadi organisasi besar.

Lihat saja ASTRA, TRIPUTRA Group, atau GE dan TOYOTA. Kalo anda rasakan pernah bekerja disana, pastinya jarak antara atas bawah sangat dekat, banyak intangibel benefits yang dirasa dan kejujuran serta penghargaan setiap manusia lebih baik dibanding ribuan perusahaan besar dinegeri ini. Pernahkah anda melihat, seorang operator kelas bawah diundang makan malam atau diskusi in-formal dengan CEO? Mereka-mereka telah melakukaanya,hasil kesuksesan DRIVE OUT FEAR disamping ribuan Saran Perbaikan yang mengalir deras dari para karyawan untuk kemajuan perusahaan bukti nyata self belonging karyawan pada perusahaan.

Ada tiga bentuk utama dari arus pesan dalam komunikasi formal dalam sebuah organisasi, yaitu:

1. Komunikasi ke Bawah
Komunikasi ke bawah menunjukkan arus pesan yang mengalir dari para atasan atau pimpinan kepada bawahannya. Ada lima jenis informasi yang biasa dikomunikasikan dari atasan kepada bawahan menurut Katz & Kahn dalam Pace (2006:185): 1) informasi mengenai bagaimana melakukan pekerjaan; 2) informasi mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan; 3) informasi mengenai kebijakan dan praktik-praktik organisasi; 4) informasi mengenai
kinerja pegawai, dan 5) informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas.

2. Komunikasi ke Atas
Adalah pesan yang mengalir dari bawahan kepada atasan atau dari tingkat yang lebih rendah kepada tingkat yang lebih tinggi. penyelia dan pimpinan seharusnya mendapatkan informasi dari bawahannya mengenai hal- hal berikut:
a. Apa yang dilakukan bawahan, pekerjaannya, hasil yang dicapai, kemajuan mereka dan rencana masa yang akan datang.
b. Menjelaskan persoalan-persoalan kerja yang belum dipecahkan bawahan yang mungkin memerlukan bantuan tertentu.
c. Memberikan saran atau gagasan untuk perbaikan dalam unit- unit mereka atau dalam organisasi secara keseluruhan.
d. Mengungkapkan bagaimana pikiran dan perasaan bawahan tentang pekerjaan mereka, rekan kerja mereka dan organisasi.

3. Komunikasi Horisontal
Adalah penyampaian informasi di antara orang-orang yang sama tingkat otoritasnya di dalam organisasi dan mempunyai atasan yang sama. Pesan ini biasanya berhubungan dengan tugas-tugas atau tujuan kemanusiaan, seperti koordinasi, pemecahan masalah, penyelesaian
konflik dan saling memberikan informasi.

4. Komunikasi Lintas Saluran atau cross function
Adalah informasi yang mengalir di antara orang-orang dan jabatan-jabatan yang tidak menjadi atasan ataupun bawahan satu dengan yang lainnya dan mereka menempati bagian fungsional yang berbeda Sedangkan pengertian perencanaan dapat dilihat dari berbagai jenis tergantung dari sudut mana perencanaan itu ditinjau.
Ada tiga jenis pembagian perencanaan yaitu perencanaan ditinjau dari segi waktu, perencanaan ditinjau dari segi wilayah dan perencanaan ditinjau dari sudut hirarki. Pertama, perencanaan ditinjau dari segi waktu dibagi menjadi; perencanaan jangka pendek, perencanaan jangka menengah dibagi dua yaitu rencana jangka menengah yang kaku (fixed plan) dan rencana jangka menengah yang berkesinambungan (rolling plan). Kedua, perencanaan ditinjau dari segi wilayah dibagi dua bagian. Perencanaan nasional dan perencanaan daerah. Perencanaan daerah dibagi dua perencanaan daerah perkotaan dan perencanaan daerah pedesaan. Ketiga, perencanaan ditinjau dari sudut hirarki atau tingkatan yaitu perencanaan tingkat sektor, tingkat program dan tingkat proyek.

Tidak ada komentar: