Selasa, Desember 27, 2011

DISPLIN DIMULAI DARI RUMAH

Kita yang telah memahami pola pengelolaan hidup, selalu membuat rencana matang untuk urusan sehari-hari dan menyiapkan antisipasi segala kemungkinan untuk hal-hal yang tidak terduga. Bagi seorang yang sukses, langkah penting pertama adalah memberi putra-putrinya situasi pendidikan yang penuh kompetisi.

Dalam tahun-tahun pertumbuhan, ketika mereka masih berstatus pelajar, dibutuhkan banyak waktu untuk memberikan pelajaran ini. Pemberlakukan aturan yang ketat namun punya alasan logis, yang harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga, adalah jalan terbaik untuk mempertebal dibangunya perilaku yang sehat dalam hidup. Pondasi emas tertinggi ialah pemahaman jati diri sebagai seorang hamba dari sang pencipta yang harus kita junjung tinggi, bahwa dia diciptakan tiada lain untuk beribadah kepadanya, beribadah menabur rahmat dan kebaikan bagi dirinya dan seluruh apa-apa yang mengitarinya.

Disiplin adalah factor teramat penting yang harus dibangun dalam diri anak agar mereka memperoleh perasaan aman, sekaligus belajar untuk tidak menganggap segala Sesutu mudah didapat. Karena segala kebutuhan mereka sudah disediakan, anak jangan di beri uang dalam jumlah besar untuk dibelanjakan, apa pun alasanya.

Mereka sebaiknya diajari agar menghargai kerja keras dalam menghasilkan uang. Banyak keluarga yang sadar, bagaimanapun kayanya mereka, mewajibkan anak-anak mereka yang sudah berusia belasan tahun untuk mencari uang saku sendiri. Sayangnya, di negara kita ini belum menjadi suatu kebiasaan. Walaupun demikian, sangat tidak disarankan untuk begitu saja memberikan apa pun yang anak inginkan.

Ini akan membuat anak mengerti bahwa hidup bukanlah tempat untuk bernyaman-nyaman sehingga semua orang harus berjuang untuk bertahan hidup. Tidak seorang pun bisa menebak apa yang akan terjadi esok hari. Guncangan perekonomian, terjadinya gempa dan perang, atau diambilnya sebuah keputusan buruk dapat menghancurkan segala dalam sekejap mata. Warisan terbesar yang dapat kita tinggalkan untuk anak-anak anda adalah sikap yang menjadikan mereka berharga, sebagai manusia yang bebas dari ketergantungan dan mampu lolos dari bencana, lalu membangaun dari nol lagi.

Anak adalah anugerah sekaligus amanah yang diserahkan sang pemilik hidup pada para orang tuanya. Sebagai amanah, semua yang dilakukan orang tua terhadap anaknya dalam merawat, membesarkan dan mendidiknya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Berbeda dengan paham barat pada umumnya, bahwa segala perbuatan yang dilakukan seseorang (anak) tidak ada hubungan pertanggungjawaban. Anak mendapat balasan siksa di hari pembalasan akhirat, maka bisa jadi orang tuanya juga mendapatkannya dan sebaliknya hal sama jika ke surga di akhirat kelak. Itulah menjadi penting memahami bagaimana mendidik anak, mendoakannya selalu, sekaligus senantiasa menanamkan kesabaran saat mendidik mereka.

Sejalan dengan anak anda bertumbuh dewasa, maka dengan melihat dan mempelajari, membaca dan mengamati, dunia mereka pun bertambah luas. Saat kita mengajari anak kita cara “memancing”, kita tidak hanya mengajari mereka arti dan teknik bertahan hidup, namun jg memperkenalkan kehidupan pada mereka. Di zaman kakek anda,dunia adalah tempat yang sempit karena hidup hanya berkutat pada rutinitas dank arena kecilnya kesempatan untuk berpergian jauh dan berkomunikasi dengan dunia luar. Imajinasi memainkan peran penting di zaman itu dan bahkan juga di jaman sekarang. Membangkitkan daya imajinasi dalam anak adalah tugas yang sulit, karena banyaknya “keajaiban”yang siap dilihat hanya dengan menekan tombol.

Imajinasi merupakan satu-satunya fondasi bagi keajaiban dan kemajuan di masa depan. Dunia anak menjadi kian sempit, oleh adanya kemajuan yang fantastis di bidang teknologi informatika (TI). Menjamurnya jejaring sosial, blackberry, yahoo messenger dan lainnya. Namun dunia TI adalah “dunia maya” atau “dunia buatan” bukan dunia rill tempat kita hidup. Walaupun dunia maya memiliki kegunaan dan keuntungannya tersedia. Tetapi tetap saja dunia itu tidak akan pernah dapat menggantikan dunia nyata. Bandingkan perubahan 5 tahun terakhir pada aplikasi dunia maya, berapa banyak komunikasi langsung yang turun frekuensinya? kita disibukkan dan juga anak kitapun disibukkan dengan pola komunikasi tak bernilai lewat chatting ataupun sms. Komunikasi bernilai itu hukum utamanya ada 4, yaitu ada aliran empati, berhadapan langsung, bisa didengar dan dua arah percakapan.

Anak- anak melihat berbagai kejadian dan berita langsung dari semua belahan dunia di TV. Sebuah media informasi, Ingatlah peristiwa 11 September 2001, saat menara kembar di New York runtuh, setiap anak melihat kejadian itu berulang kali. Dengan ratusan penterjemahan imajinasi yang mereka serap. Itulah betapa sempitnya dunia sekarang ini. Ironisnya, anak yang sangat suka dengan olahraga dan biografi bintang film korea ataupun hollywood mungkin tidak tahu banyak tentang kehidupan kakek neneknya. Boleh jadi mereka tahu nama paggilan seorang artis boys-band korea, tetapi sama sekali tidak tahu nama tetangganya. Tren ini tidak sehat. Orangtuanya yang bertanggung jawab harus melibatkan diri dan membetulkan apa-apa yang tidak sehat atau tidak seimbang dalam kehidupan anak.

Kita bisa melakukan sesuatu untuk mengembalikan keseimbangan tersebut. Ceritakan tentang bagaimana anda beranjak dewasa, cerita humor tentang masa kecil kita, tentang orang tua kita, dan saudara-saudara kita. Ikut menggambar Mind Map keluarga bersama, tuntunlah mereka agar juga mengerti tentang kebudayaan dan tradisi mereka sendiri dimulai dari keluarga, lalu kelompok sosial kemasyarakatan disekitar kita, kemudian bangsa dan akhirnya makna kemanusiaan itu sendiri.

Hal ini akan menciptakan identitas yang kuat dalam diri anak, pengertian dari mana mereka berasal dan siap diri mereka yang sesungguhnya. Ini akan membuat mereka belajar menghormati sesama, di dalam atau di luar keluarga, kelompok sosial kemasyarakatan, kebangsaan dan akhirnya dunia. Hal ini juga akan membantu mereka menyesuaikan perspektif dan menjadi lebih stabil sebagai manusia. Sementara kita mendorong mereka untuk belajar lebih banyak, maka kita sebagai orang tua juga akan belajar banyak tentang diri kita sendiri.

Tidak ada komentar: