Kamis, Desember 22, 2011

BAHAYA KEGEMUKAN DALAM KESELAMATAN KERJA

Untuk menghitung apakah seseorang dengan berat tertentu sudah digolongkan mengalami kegemukan hingga obesitas, maka sebaiknya dilakukan dulu penghitungan dengan rumus Body Mass Index (BMI) :

Berat Badan Anda (dalam Kg) : (dibagi) (Tinggi Badan Anda (dalam satuan meter) X (dikali) Tinggi Badan Anda (dalam satuan meter))

Misalkan, berat badan saya 60 Kg, Tinggi badan 1,65 Meter. maka 60/ (1,65x1,65) = 22,03. Tergolong kurus, gemuk (Obesitas) atau normal?



Berapapun hasilnya silahkan Anda lihat dulu pada kolom di bawah:

Kekurangan Berat Badan………………………...Dibawah 18.5

Normal ………………………………………Antara 18.5 dan 24.9

Kelebihan Berat Badan…………………………...Antara 25 dan 29.9

Obesitas……………………………………..Antara 30 dan 39.9

Terlalu Obesitas……………………………..Diatas 40

Ternyata, saya termasuk golongan normal.

Lalu apa hubungannya berat badan dengan keselamatan kerja ?

Sebuah studi di Australia menghasilkan beberapa hasil penelitian yaitu:

Obesitas berdampak pada postur dan keseimbangan tubuh sehingga dapat meningkatkan potensi bahaya terjatuh.

Obesitas dapat berdampak pada penyakit sulit bernafas terkait aktivitas tidur seperti sleep apnea dan hal tersebut bisa meningkatkan resiko kecelakaan saat mengendarai kendaraan.

Seseorang yang Obesitas dan sering melakukan kegiatan berulang seperti berlutut, jongkok, mengetik, dll, dapat berpotensi terkena penyakit osteoarthritis (penyakit pada sendi akibat penekanan beban tubuh yang secara terus menerus terhadap persendian, sehingga mengakibatkan kerusakan terhadap tulang rawan sendi.)

Obesitas berpotensi meningkatkan resiko terkena penyakit akibat kepanasan karena seseorang yang obesitas memproduksi panas tubuh lebih banyak.

Alat pelindung diri untuk seseorang yang obesitas berpotensi untuk tidak dipakai karena sering tidak adanya APD yang nyaman atau ukurannya sesuai.

Hasil studi ini juga menyimpulkan mundur bahwa jam kerja panjang atau jam kerja shift berpotensi menyebabkan obesitas.

Penyebab Obesitas.
Lingkungan
Banyak makan makanan tidak sehat (junk food) yang banyak tersedia, harganya murah, rasanya enak dan siap saji.
Kurangnya aktivitas fisik Baik dalam bekerja maupun berolahraga, aktivitas fisik semakin berkurang.

Genetika
Keturunan menyebabkan seseorang mempunyai potensi untuk menjadi obes, kecendrungan obesitas meningkat sampai 25-30%. Diperparah bila dalam lingkungan makanan tinggi kalori dan aktifitas rendah.

Penyakit
Hipotiroidisme, kelainan hipotalamus, yang menyebabkan perubahan keseimbangan hormonal dalam tubuh berakibat memicu penimbunan lemak tubuh.

Semoga kita diberi kekuatan tekad untuk selalu dapat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh melalui makan sehat dan olahraga yang teratur dibawah bimbingan ahlinya serta selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa agar selalu selamat dalam bekerja melalui pikiran dan tindakan yang selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja.

Sumber: Lorco.co.id/ Medica Store dan diadaptasi juga dari berbagai sumber

Tidak ada komentar: