Selasa, November 08, 2011

Sholat disana Sholat Disini

Beberapa Waktu lalu saya ngobrol (silaturrahmi) ke beberapa Expatriate yang ada disini,
sembari bersama anak dan istri. Kebetulan makanannya yang disajikan khas India, bau Jintan gitu dech (Moga Halal). Ada satu hal yang ditanyakan para expatriate2 ini saat saya ngobrol "What is the difference between Moslem in here and your country" sebuah pertanyaan general yang bisa mempunya ratusan jawaban tentunya.
Tapi yang membuat bulu kuduk merinding, saat mereka menceritakan bagaimana muslim disana, agama nomor dua di India, kehidupan keseharian mereka, tokoh2 muslim, artis-artis terkenal India kebanyak Muslim, bermarga KHAN (Sahruhk Khan, Salman Khan, dsb)
Hingga mereka bertanya dalam obrolan malam yang santai:
"Mengapa orang-orang disini kalo ada suara adzan, nggak langsung pergi sholat ya?"
kemudian satu lagi dari seorang bermarga (family name) "Gupta"
"Saya senang melihat orang muslim disana (India), kalo sudah terdengar Adzan, mereka di restorant, di pasar dan di kereta api yg sedang berjalan, menggelar sajadah dan sholat tanpa segan di depan kita. Itu sungguh semangat luar biasa, kok beda dengan disini?"
"Sungguh saya salut akan disiplin waktu mereka, saya pikir tiada pekerjaan yang lebih utama selain sholat" ungkap Expat India ini.
saya pun gak bisa menjawabnya, hanya tersenyum dan berkata, ya mungkin inilah budaya kita di Indonesia Pak (sedikit asal mencari pembenaran pribadi tentunya)

Kemudian satu lagi Expatriate menyampaikan,
"If they meet anyone moslem in the strret, they always say "assalamu'alaikum" even also in the company and even they are minority that only 25-30% population in India, I am not seen in Medan"
(Jika mereka bertemu dengan setiap orang muslim di jalan, mereka selalu mengucap "Asalamu'alikum" begitu juga di dalam perusahaan, walaupun populasi muslim termasuk minoritas sekitar 25% di India. saya gak melihatnya di Kota Medan).

Secara gamblang ia mengagumkan, kumandang adzan, ucapan assalamu'alikum terdengar di sana sini, dan identitas keislaman yang nampak, baik dari cara berpakaian maupun dari suara-suara seperti ucapan salam, subhanAllah, dsb.

Saya dan keluargapun hanya bisa mengangguk dan lebih banyak bergumam dalam hati.
Cambuk buat saya dan keluarga.
Semoga bermanfaat bagi kita semua

Tidak ada komentar: