Rabu, November 23, 2011

PUJIAN PENGAKUAN PENGHARGAAN

Penelitian dari Blessing White untuk Asia, urutan ketiga yang mendorong kepuasan kerja karyawan ialah pemberian feedback (pengakuan) terhadap apa yang sedang dan telah dilakukan, gaya kepemipinan untuk melakukan hal ini harus ditanamkan.

Hasil sebuah survey tentang pujian:
Apakah anda menerima pujian, pengakuan dan penghargaan terhadap pekerjaan anda sebanyak yang anda rasa berhak untuk menerimanya? Jawabannya 97,2% mengucapkan "Tidak"
Apakah anda akan melaksanakan pekerjaan anda semakin baik jika anda diberi pujian, pengakuan dan penghargaan? Jawabannya 98,4% "Ya"

Manusia membutuhkan penghargaan diri dan rasa cinta, pada umumnya. Ini adalah vitamin gratis yang bisa diberikan kepada karyawan. Ini berbeda dengan manusia luarbiasa, dimana dia tidak membutuhkan kebutuhan fisik sebagai dasar dia melangkah melain piramida terbalik dari yang dipaparkan abraham maslow ialah hirarki pertama maslow ialah kebutuhan fisik dirumah hirarki pertamnaya ialah mengaktualisasikan diri. Tetapi di Dunia ini sedikit manusia yang luar biasa yang memiliki seven habbitsnya steven covey secara mutlak, apalagi memiliki semua nama-nama baik Tuhannya.

Tokoh2 yang terkenal di ranah religi misalnya, Nabi Muhammad, Nabi Isa, Nabi Ismail, dan sebagainya. Mereka hanya ingin diberi ksempatan oleh Sang maha pemilik waktu untuk mengaktualisasikan diri, menunjukkan kecintaannya, kekuatannya, keimanannya kepada sang Maha pencipta. Bunda Theresa, Buda Gautama hanya ingin memberi kasih pengabdian dan tidak membutuhkan imbalan. Ini adalah diluar konteks abraham maslow hyrarchical needs, kalo Pak maslow hanya menunjukkan pada rata-rata kehidupan normal manusia senantiasa berlandaskan kebutuhan Fisik, kedua rasa aman, ketiga rasa dicintai, dan ke empat rasa dihargai serta terakhir yang kelima ialah rasa diberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan dirinya.

Manusia pada umumnya membutuhkan pujian, diberi penghargaan atas segala hal tindakannya sekecil apapun dan serendah apapun output yang dihasilkan, termasuk output kegagalan, maka jangan pernah menyalahkan manusia. Jangan pernah manusia memilih sesuatu, menyalahkan perbedaan yang ada.

Karyawan secara normal akan bahagia jika gajinya cukup memenuhi harapannya, kemudian juga akan bahagia jika diberi rasa aman, akan bahagia jika diberi rasa cinta, empati, mengutamakan hati dalam mengelola dan juga dihargai dan diberi kesempatan mengaktualisasikan diri. Senyuman ikhlas dan bukan senyuman keterpaksaan, terpaksa senyum dihadapan atasan atau pelanggan memperkosa hati nurani. Karena harapan terus naik secara dinamis, maka diperlukan rasa Syukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki. Dimana Rezeki adalah bukan hanya sekedar uang, melainkan semua yang diberi oleh sang pencipta; kesehatan, kawan baik, anak soleh, Istri yang menyejukkan, Masalah keluarga yang hampir nggak ada, Disayangi semua keluarga, dan Iman dan pengetahuan agama yang semakin meningkat dan banyak lagi yang tak mampu kan kita bisa sebutkan semuanya.

Saya sepakat adanya prinsip utama dalam pemberian penghargaan dari Habahate.blogspot adalah :

1. Adanya tujuan yang jelas terhadap pemberian sebuah penghargaan.
2. Adanya kesempatan semua karyawan untuk memperoleh hal tersebut, meskipun bentuknya berbeda-beda.
3. Pemberian penghargaan harus sejalan dengan kinerja organisasi/perusahaan.
4. Pemberian penghargaan dilakukan secara selektif dan dalam melakukan penilaian setidaknya mempertimbangkan 4 hal, yaitu : Kinerja yang bersangkutan, kinerja unitnya, kompetensi yang bersangkutan, dan yang penting mereka yang menerima penghargaan layak dijadikan role-model (suri tauladan).
5. Pemberian penghargaan mengandung unsur motivasi, memberikan tantangan dan berdampak positif terhadap lingkungan kerja.

PENELITIAN MOTIVATIONAL OF LEAVING
  1. Hanya 3% manusia tergolong peraih yang gigih. Mereka mempunyai tempramen yang dominan (mampu melihat visi, ngotot dengan visinya)
  2. Tipe ke-2 yaitu tipe orang yang membutuhkan dukungan dari orang lain (17%). Mereka butuh pujian, support dan motivasi dari orang lain
  3. Tipe ke-3 yaitu orang yang termotivasi jika dia punya data, informasi, fakta (11%)
  4. Tipe yang ke-4 yaitu orang yang “nerimo” atau konstan (69%). Orang ini harus kerja keras. Orang ini butuh orang lain berada di tengah-tengah mereka untuk membantu mengontrolnya. Perlu tekanan dan deadline dan punya pengaruh kuat pada mereka

Tidak ada komentar: