Selasa, November 15, 2011

PERAN KEMAMPUAN MANAJERIAL DALAM MOTIVASI KARYAWAN UNTUK BELAJAR

Untuk membangun pengetahuan karyawan yang diharapkan oleh perusahaan, hanya dapat dibangun melalui konstruk pengambilan keputusan oleh pimpinan, perhatian pimpinan, inovasi dan kreativitas.

Kreativitas karyawan hanya dapat berkembang dengan dukungan pada 3 karakter yaitu;
1. karakter karyawan,
2. karakter dari pimpinan
3. karakter dari organisasi.

Para pimpinan (Supervisor/ manager) harus dapat menjadi rekan kerja para karyawan yang dapat memberikan umpan balik yang berkaitan dengan tugas dan pekerjaan karyawan. Sehingga para karyawan terpacu untuk mau belajar dari pengalaman kerja dan mau belajar hal-hal yang baru serta mau belajar hal-hal yang bisa
mengembangkan kemampuan individu karyawan. Para pimpinan juga harus mau mempelajari hal-hal yang baru yang bisa mendukung dalam pelaksanaan tugas sehingga dapat memberikan pemikiran yang mengarahkan karyawan untuk juga mau mempelajari hal-hal yang baru.

Salah satu kegiatan-kegiatan yang harus disupport untuk diadakan oleh perusahaan/ organisasi yang mencintai pengembangan manusia antara lain;
- Mengadakan buku-buku leadership pilihan dan ditunjang oleh perpustakaan
- Mengadakan acara Leadership gathering (Kumpul2 nya para manager + ada makan2 nya) untuk sharing pengalaman, bedah buku atau membahas isu-isu krusial tentang kepemimpinan di organisasi. Buat sesantai mungkin, hilangkan hal-hal menghambat suasana santai seperti tokoh pemilik perusahaan. Dan jangan lupa, hasil gathering di dokumentasikan dan dikirim kepada para executive / pemimpin senior perusahaan.
- Mengadakan bedah buku leadership dan memasukkan target bedah buku dalam KPI individu para manager.
- Memasang poster2 semangat leadership dalam dinding2 terbuka
- Membuat internal buletin (majalah perusahaan) yang isi nya salah satunya membicarakan tentang gaya kepemimpinan.
- Dan yang paling krusial juga, lakukan pengukuran kualitas kepemimpinan yang dirasakan oleh para karyawan (Dengan survey atau Focus grup discussion).

Para pemimpin mulai tingkatan Kepala seksi hingga direktur harus menjalankan fungsi pengawasan dengan cara yang bijak, berwawasan serta cerdas, dan harus dapat memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi karyawan.

Dalam menjalankan peran pengawasan, pemimpin dapat memposisikan sebagai rekan kerja sehingga terjalin hubungan yang baik antara karyawan dengan para pimpinan. Hubungan baik menjaga semangat kerja atau motivasi sebagaimana yang disampaikan oleh Abraham maslow bahwa ada 5 kebutuhan manusia yang berpengaruh dalam kinerjanya yaitu, kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan dicintai, kebutuhan penghargaan diri dan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Juga melihat pada thoery 3 kebutuhan manusia dari Mc Clellan (Foto Mc Clelland disamping) bahwa manusia itu ingin berprestasi, ingin berkuasa dan ingin disukai oleh banyak orang. Tanpa jauh-jauh, dinegeri kita ada fiosofi leadership yang sangat arif dari Ki Hajar Dewantara.

"ING NGARSO SUNG TULODO, ING MADYA MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI"
"Di Depan, Seorang Pemimpin harus memberi Teladan atau Contoh Tindakan Yang Baik, Di tengah atau di antara Karyawan, pemimpin harus menciptakan prakarsa dan ide,
Dari belakang Seorang pemimpin harus Memberikan dorongan dan Arahan"


Tentu uraian cuap cuap saya diatas memerlukan energi besar dan peran dari seluruh pemimpin dalam membangun budaya yang terbaik, memberi kepuasan fisik dan psycologis para pemangku kepentingan. Pemilik usaha, karyawan, supplier, pelanggan, dan masyarakat sekitar bisnis usaha. Jer Basuki Mawa Bea (Segala Usaha Butuh Sumber daya).

Tidak ada komentar: