Selasa, November 08, 2011

Pengukuran Engagement dan Kepuasan Karyawan-1

Motivasi yang tinggi sangatlah penting karena pertumbuhan ini tidak akan terjadi apabila karyawan tidak mempunyai motivasi dalam pekerjaannya. Konsep people build first before making product sebuah prinsip yang dikampanyekan oleh seorang tokoh di jepang dan kemudian dianut oleh para perusahaan-perusahaan kelas dunia tidak lain berusaha untuk memfokuskan diri pada pembangunan manusia dan pemberdayaan manusia, bangun dahulu baru di berdayakan. Para pakar mutu percaya bahwa didalam qualitas yang bagus adalah dari karyawan yang puas.

Perusahaan yang berlandaskan data dan fakta dalam pengambilan keputusannya, hendaknya tidak hanya di atas kertas saja melainkan senantiasa melakukan upaya agar menyatu dalam ruh bisnisnya. Pengukuran engagement karyawan atau keterlibatan karyawan dalam ikut andil dalam proses bisnis khususnya pengambilan keputusan harus dilakukan secara periodik. Fungsi HRD dalam ini harus memimpin dalam praktek pengukuran-pengukuran performa ini.

Penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh Kenexa Research Institute menghadirkan insight mengenai level engagement karyawan di seluruh dunia serta mengisyaratkan langkah-langkah mengenai bagaimana cara meningkatkannya. Dari penelitian ini, mereka membuat suatu indeks yang disebut Kenexa Employee Engagement Index (EEI), yang diukur berdasarkan empat komponen, yakni pride (kebanggaan), satisfaction (kepuasan), advocacy (dukungan) dan retention (ketahanan). Hasil riset lainnya Secara umum, di setiap perusahaan terdapat hanya 7% karyawan yang “fully engaged”.

Faktor organisasi yang mempengaruhi komitmen karyawan yaitu:

  • Budaya kerja yang menghargai kinerja.
  • Ekspektasi pekerjaan jelas
  • Alat / metode kerja yang mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan
  • Tingkat motivasi yang tinggi
  • Adanya sistem umpan balik dan mentoring yang terstruktur
  • Kesempatan untuk pengembangan karir dan profesionalisme
  • Sistem insentif, penghargaan dan pengakuan yang fair.
  • Adanya kepemimpinan yang efektif.


Berdasarkan kajian dari pengalaman dan literatur yang ada, saya mengelompokkan dalam 6 apsek yang harus diukur. Yaitu:
1.
Kepuasan karyawan dalam melakukan pekerjaan sehari hari
2.
Kepuasan karyawan dalam dukungan karir
3.
Kepuasan bagaimana dia dikembangkan
4.
Kepuasan bagaimana dia di pimpin
5. Kepuasan alur komunikasi
6. Kepuasan dalam lingkungan kerja sekitar

Dari
enam hal ini, dibuatlah beberapa indikator spesifik yang diterjemahkan dalam pertanyaan kuisioner sebagai modal dalam melakukan pengukuran ini. Kuisioner yang disusun bertujuan untuk mengukur sebuah kondisi yang dipaparkan apakah sangat setuju hingga sangat tidak setuju, konsep pengukuran agrement level dengan skala 0 s.d 4. Mulai dari Tidak tahu, Sangat tidak setuju, tidak setuju, Setuju, dan Sangat tidak setuju.

List
pertanyaan yang dipaprkan kepada responden berupa kalimat positif dan 20-30% adalah kalimat negatif yang mempunyai kata "Tidak". Contoh sederhana;
1.
Ayam mempunyai kaki dua => pasti jawabannya sangat Setuju=score 4.
2.
Ayam betina mengerami telor selama 21 hari => Jawabannya Setuju (karena ada sebagian juga yg mengerami lebih dari 21 hari)
3.
Ayam tidak makan serangga => jawabannya tidak setuju, sebagian ayam memakan serangga tertentu, kecuali kalajengkin mungkin.
4.
Ayam berasal dari afrika => Jawabannya "Tidak tahu" score = 0

Yah, contoh diatas memang bukan contoh dari engagement survey, sekedar menunjukkan contoh kuisioner mengukur agreement level.
Pengertian dari setiap level.

Sangat tidak setuju, Bila pernyataan tersebut sama sekali tidak menggambarkan keadaan sebenarnya di perusahaan ini.

Tidak setuju, Bila pernyataan tersebut pada umumnya tidak menggambarkan keadaan sebenarnya di perusahaan ini.

Setuju, Bila pernyataan tersebut pada umumnya menggambarkan keadaan sebenarnya yang berlaku di perusahaan ini.

Sangat setuju, Bila pernyataan tersebut menggambarkan dengan tepat keadaan sebenarnya yang berlaku di perusahaan ini.

Tidak tahu, Bila Anda tidak tahu atau tidak mengerti maksud pernyataan tersebut


Score tertinggi pada setiap pernyataan ialah 4 dan score terendah ialah 0. Angka "nol" diindikasikan ketidak tahuan/ pemahaman tentang aspek kepuasan dan mengarah pada hal negatif (disengaged) bagi organisasi.

Rentang kelas.
- Kelompok karyawan yang actively disengaged...... 0 - 1
- Kelompok karyawan yang disengaged.................... 1,1 - 2
- Kelompok karyawan yang pasively engaged..........2,1 - 3
- Kelompok karyawan yang fully engaged ............... 3,1 - 4

Dari sebuah seminar di jakarta, Karyawan yang tergolong “fully eganged” dan membedakannya dengan yang “passively engaged”. “Yang pertama akan bilang, I love my job sedangkan yang kedua, It’s just a job,” terang dia.

Selain itu, karyawan “fully engaged” tak segan belajar hal baru, berani mengambil risiko dan kalau perlu keluar dari comfort zone.

Di luar dua kategori itu, ada dua lainnya lagi. Yakni karyawan yang cenderung masih mencari pekerjaan di tempat lain (“engaged”) dan mereka yang berpikir bahwa apa yang dilakukannya sekarang sekedar lebih baik ketimbang tidak bekerja (“disengaged”).


Contoh pernyataan yang akan diberikan kepada responden silahkan di posting berikutnya tentang Pengukuran Engagement dan Kepuasan Karyawan-2.
Terimakasih


1 komentar:

lely lutfiyanti mengatakan...

pak bambang saya lely, ingin menanyakan mengenai engagement.
kebetulan saya sedang skripsi mengenai engagement dan masih belum menemukan faktor2 yang pasti..
sebenarnya perusahaan juga telah melakukan EVS (employee voice survey) dengan menggunakan jasa kenexa. tetapi say tidak mendapat informasi mengenai faktor apa saja yang digunakan kenexa untuk menilai engagement karyawan.
saya telah membaca blog bapak, dan bila saya ingin menggunakan faktr2nya yang ada di blog, faktor yang mana yang saya gunakan
yang pride (kebanggaan), satisfaction (kepuasan), advocacy (dukungan) dan retention (ketahanan).
atau
6 apsek yang harus diukur. Yaitu:
1. Kepuasan karyawan dalam melakukan pekerjaan sehari hari
2. Kepuasan karyawan dalam dukungan karir
3. Kepuasan bagaimana dia dikembangkan
4. Kepuasan bagaimana dia di pimpin
5. Kepuasan alur komunikasi
6. Kepuasan dalam lingkungan kerja sekitar
kemudian saya harus memasukkan ke dapusny bagaimana?apa ada referensi buku yang bisa saya pakai
terimakasih pak