Rabu, November 23, 2011

MINDMAP - PELATIHAN PROBLEM SOLVING DECISSION MAKING

Dalam pelatihan Problem Solving Decission Making (ProsDem), salah satu materi yang saya utarakan yaitu tentang aplikasi Mind mapping atau Peta Pikiran hasil temuan Tony Buzan. Dalam training ini Mind Map digunakan untuk mengaktifkan kinerja otak kiri dan otak kanan, membangkitkan daya ingat, kecepatan memahami situasi yang kompleks yang membantu dalam pemecahan masalah maupun memunculkan solusi kreatif dalam pemecahan masalah. Tools lain yaitu Interrelation Digraph, Flowchart dan Risk Matrix Analysis serta tools teknik lainnya yang mendukung dalam problem solving serta pengambilan keputusan. Systematika prosdem ialah menggunakan daur PDCA. (Plan - Do - Check - Act) atau bisa juga dengan DMAIC (Define-Measure-Analyse-Improve-Control)

Salah satu cara yang populer untuk membuat sistem koordinasi tersebut adalah dengan peta pikiran atau Mind Map yang ditemukan oleh Tony Buzan. Dengan peta pikiran, kita dapat menyusun sebuah rencana kegiatan dengan sebaik-baiknya. Dengan peta pikiran ini, manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya secara baik. Jika anda seo
rang trainer maupun orang tua harus tahu tentang Mind Map ini. Bermanfaat untuk merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pelatihan dengan baik. Dengan peta pikiran pula, trainer dapat menyiapkan diri secara maksimal ketika akan memberikan pelajaran serta terbantu dalam menjelaskan sebuah materi pelajaran secara mudah, jelas, dan efektif.

Belajar ilmu Forestry, Nursery, proses di Mill, pengetahuan leadership, probl
em solving, TQM, Six Sigma dsb akan lebih mudah diberikan apabila seorang trainer memiliki peta pikiran yang telah disusun secara baik. Konsep-konsep lebih mudah untuk dijelaskan ketika trainer menggunakan peta pikiran. Teori pelatihan yang demikian rinci, akan lebih ringkas dengan menggunakan peta pikiran, walaupun penjelasan yang bisa berikan sangat banyak. Saya pribadi sangat terbantu untuk Mind Map ini dan berharap bisa diaplikasikan sebagai tools pembelajaran di sekolah Yayasan Bonapasogit, sebelah L&D center kita.

Bagi yang belum terbiasa, membuat peta pikiran akan lebih sulit. Tapi, apabila dipelajari maka akan mudah dilakukan. Belajar membuat peta pikiran tak sesulit yang dibayangkan. Kalau melihatnya memang terasa sulit, tetapi bila kita memperlajarinya akan sangat mudah. Hanya butuh waktu beberapa menit, kegiatan membuat peta pikiran pasti akan bisa. Apapun yang akan kita lakukan dalam proses belajar mengajar, peta pikiran akan membantu kita merencanakan dan mengkoordinasikannya secara baik.

Penemu Mind Map Tony Buzan, untuk membuat peta pikiran (Mind Map) diperlukan tujuh langkah. Langkah-langkah tersebut adalah :

1. Mulai dari bagian tengah kertas kosong posisi Landscape. Mulai dari tengah akan memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami.

2. Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral anda. Mengapa? Karena sebuah gambar bermakna seribu kata dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat kita tetap fokus, membantu kita berkonsentrasi dan mengaktifkan otak kita.

3. Gunakan warna. Mengapa? Karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat Mind Map atau peta pikiran kita lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreativ, dan menyenangkan.

4. Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Mengapa? Karena otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua (atau tiga, atau empat) hal sekaligus. Bila kita menghubungkan cabang-cabang, kita akan lebih mudah mengerti dan mengingat. Penghubungan cabang-cabang utama akan menciptakan dan menetapkan struktur dasar atau arsitektur pikiran kita. Ini serupa dengan cara pohon mengaitkan cabang-cabangnya yang menyebar dari batang utama. Jika ada celah-celah kecil di antara batang sentral dengan cabang-cabang utamanya atau di antara cabang-cabang utama dengan cabang dan ranting yangg lebih kecil, alam tidak akan bekerja dengan baik! Tanpa hubungan dengan mind map anda, segala sesuatu (terutama ingatan dan pembelajaran) akan berantakan. Jadi buat hubungan!

5. Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. Mengapa? Karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang-cabang pohon, jauh lebih menarik bagi mata.

6. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Mengapa? Karena kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibelitas kepada mind map. Setiap kata tunggal atau gambar adalah seperti pengganda, menghasilkan sederet asosiasi dan hubungannya sendiri. Bila kita menggunakan kata tunggal, setiap kata ini akan lebih bebas dan karenanya lebih bisa memicu ide dan pikiran baru. Kalimat atau ungkapan cenderung menghambat efek pemicu ini. Mind map yang memiliki lebih banyak kata kunci seperti tangan yang semua sendi jarinya bekerja. Mind map yang memiliki kalimat atau ungkapan adalah seperti tangan yang semua jarinya diikat oleh belat kaku.

7. Gunakan gambar. Mengapa? Karena seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu kata. Jadi bila kita hanya mempunyai 1 gambar di dalam mind map, mind map kita sudah setara dengan 1.000 kata catatan!


Foto Bersama dengan para peserta pelatihan, tampak lembaran kertas sebuah Interrelation Digraph sebuah materia teknis dalam ProsDem.

Tidak ada komentar: