Senin, November 21, 2011

LABEL HALAL HARAM DI MAKANAN

Minggu kemarin, aktifitas masak memasak pun selalu rutin saya jalani sambil "reuni" pengalaman masa lalu sebagai penguji TKW sertifikasi bidang masakan oriental di Batam International Training Center (BITC), sambil sedikit merenung, tentang makanan halal dan ada nggak ya yang setengah halal, ini adalah ungkapan saya pribadi dalam mengartikan bahwa ada pencampuran antara haram dan halal, yang patut kita hindari demi kehati-hatian karena dalam sebuah hadist sedikitpun mengandung haram tetap saja haram.

Yang mengejutkan, hasil survey MUI kita bahwa 70% makanan dan minuman yang beredar adalah Syubhat (Samar-samar halalnya), Dari 30 ribu sampel makanan dan minuman yang beredar di Indonesia, hanya 30 persen saja yang mencantumkan label halal. Selebihnya tidak jelas, alias syubhat. Semoga negara kita bisa membantu kejelasan soal makanan dan ada label Haram dan Halal, keduanya harus ada bukan hanya label halal saja, untuk menjadi pembelajaran bagi semua umur, membantu masyarakat Muslim yang mayoritas di negara ini.

Pangan halal sendiri mencakup pemakaian bahan-bahan yang halal, proses yang halal, penanganan yang halal, sehingga menghasilkan produk yang halal pula. Namun dengan kemajuan teknologi, banyak dari bahan-bahan haram tersebut yang dimanfaatkan sebagai bahan baku, bahan tambahan atau bahan penolong pada berbagai produk olahan. Di titik kritis inilah seringkali yang halal dan yang haram menjadi tidak jelas, bercampur aduk dan banyak yang syubhat (samar-samar, tidak jelas hukumnya). Misal, tumis kangkung dan diberi tambahan penyedap arak.

Padahal, jelas makanan haram akan mengganggu iman, susah mengingat Allah, menghapus rindu padaNya, menolak doa dan amalan, dan ruh kita akan "sakit". "Siapa yang menahan diri memakan makanan haram Allah akan selalu menolongnya" (HR. Bukhari)

Dari detikfood.com Yang tergolong haram bukan hanya babi. Ada 5 macam yang dikategorikan sebagai barang haram yaitu:
  1. Bangkai: yaitu hewan yang mati bukan karena disembelih atau diburu hukumnya jelas haram. Bahaya yang ditimbulkan bagi agama dan badan manusia sangat nyata, sebab pada bangkai terdapat darah yang mengendap sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan.
  2. Darah: darah yang mengalir adalah haram hukumnya. Sedangkan hati, limpa, serta sisa-sisa darah yang menempel pada daging atau leher setelah disembelih adalal halal.
  3. Babi: Babi peliharaan maupun liar baik jantan maupun betina dan minyaknya sekalipun adalah haram hukumnya.
  4. Binatang yang disembelih selain menyebut nama Allah: Setiap hewan yang disembelih dengan selain nama Allah hukumnya haram, karena Allah mewajibkan agar setiap makhluk-Nya disembelih dengan nama-Nya yang mulia.
  5. Khamer atau minuman yang memabukkan
Tidak hanya 5 hal diatas, lebih lengkap Yusuf Qardlawi menjelaskan secara gamblang dalam Halal dan Haram dalam Islam, termasuk makanan kotor/ menjijikkan, silahkan klik disini.

Akhir-akhir ini sering kita dengar dan lihat di pemberitaan, bakso tikus, banyak daging sapi glondongan, ayam tiren/ mati tanpa penyembelihan, yang dijual dengan bebas, mungkin tanpa kita sadari daging yang kita beli ini ternyata daging yang saya sebut diatas. Sebagai contoh nyata dari pengalaman Habib Munzir, yang ia ceritakan di situs majelisrasulullah.org, berikut kutipannya.

Saya kumpul empat orang sama saya makan sate kambing, beli, bawa tidak makan di tempat, tidak usah disebut dimana, Cuma hati-hati aja makan sate kambing selesai malamnya subhanallah, seperti hal yang lucu tetapi tidak pernah terjadi dalam kehidupan, terus mimpi di kejar-kejar tikus ini saya tidur dengan dzikir dengan lain sebagainya, tidak pernah mimpi di kejar-kejar tikus baru seumur hidup ini. tidur begitu lagi bangun wudhu dzikir tidur begitu lagi, inget sesuatu makan apa ya, semalem kayanya sate kambing, ada apa dengan kambingnya? coba besoknya Tanya, yang makan berempat,

“kamu kan makan bareng saya semalam, gimana sate kambing, enak?”
“enak habib tapi saya gak bisa bangun shubuh, baru tumben, biasanya tahunan tidak pernah ketinggalan subuh, kali ini tidak bangun shubuh”
nah 2 orang, jangan-jangan campur tikus nich, perasaan saya begitu, sudah ada 2 orang yang menjadi saksi, belum cukup empat orang yang makan, saya tanya yang ke tiga, saya tidak sebut cerita yang dua tidak di sebut,
“gimana sate kambing semalam, kita beli lagi disitu ya?”
“kayaknya tempat lainnya saja ya Bib…”
“kenapa?”
“tidak apa-apa”

Terus saya cerita, “saya mimpi begini tidak enak, terus teman kita yang satu bertahun-tahun tidak pernah shalat shubuh jadi telat shalat shubuh, kamu rasa apa di kambing itu, ada sesuatu?”

“iya Bib, maaf sebenarnya saya tidak berani ngomong kalau habib tidak bilang begini, semalam saya baru sampai di mulut sudah pengen muntah, saya muntahkan keluar, kok rasanya beda”.

Tiga orang, tunggu yang ke empat, yang ke empat datang, “semalam bagaimana sate kambingnya, Enak?”
“enak Bib”
“ga ada mimpi buruk, telat bangun subuh, atau apa?”
“tidak Bib, tapi pas pulang kerumah muntah, masuk angin kali, berarti tidak bener ini”
Lalu saya cerita, baru dia bicara
“iya Bib, kalau begitu benar, waktu saya buka sup yang saya balik saya lihat kok ada kulit tipis berbulu hitam”

Lailahaillallah…
Kulit hitamnya tikus hitam, campur sate kambing ini.


Tidak ada komentar: