Minggu, November 20, 2011

MAKANAN HALAL DI TOBA

Pabrik lagi ada event shutdown tahunan, dan seperti biasa ribuan pekerja dari puluhan kontraktor hadir tuk berjibaku dalam "turun mesin" sang penghasil serat atau lebih dikenal dengan pulp (baca: palp). Banyak rekan2 nanya Pulp itu bubur kertas ya? tentu salah satu jenis pulp ya untuk bahan baku kertas dan jenis serat lain / pulp lainnya ialah untuk bahan baku tekstil. Untuk yang tekstil ini profitnya lebih baik dari pada pulp kertas.

Para kontraktor sebagian besar dari para pendatang diluar daerah Toba, Sumatera Utara. Ada yang dari Riau, Padang bahkan dari Bandung dan Jakarta. Umur pekerja saya amati rata-rata ialah di usia produktive kisaran 20-40 tahun.


Saat jumpa, ada yang nanya ke saya; "Pak, warung makan disini yang halal mana aja ya Pak?" Lanjut saya terangkan mana saja warung yang bisa disinggahi untuk para muslim didaerah ini. Hal yang cukup aneh disini dibanding Jawa ialah pada Warung ada embel-embel tulisan Warung Islam atau Rumah Makan /RM Islam & RM nasional, sebuah title warung yang gak dijumpai sebelumnya oleh saya saat datang ke Toba lima tahun lalu. RM Islam ialah RM yang tidak memasak babi atau anjing atau hewan2 yang diharamkan oleh Islam, dan RM nasional juga demikian pada tujuannya untuk menjelaskan bahwa RM ini tidak memasak babi ataupun anjing.

Salah seorang kontraktor nanya selidik tentang RM Nasional dan saya lebih cenderung menjawab kurang tahu, Lah wong saya gak pernah makan nasi di RM Nasional gimana bisa menjelaskan. Mengingat dalam Islam, yang disebut daging halal ini punya beberapa prasyarat diantaranya hewan yang disembelih harus sehat dan penyembelih sendiri harus muslim, membaca bismillah dan disunnahkan menghadap kiblat. Alat-alat masakpun harus suci dari najis atau bekas Babi. Bukan itu saja, proses dalam mendapatkan hewan ini pun harus sesuai ajaran Islam. Lah kalo ayam itu hasil curian lalu disembelih dengan mengucap bismillah pastilah setuju itu tidak halal. Kadang ada sebuah ungkapan menggelikan, "Cari yang haram aja susah, apalagi yang halal" Nah lo! Semoga kita dijauhkan dengan pemikiran "Syetan" seperti ini.

Intinya paling baik ialah memelihara & menyembelih sendiri, InsyaAllah super aman, tapi repot bukan. Diskusi dengan para kontraktorpun berjalan hangat. Sambil menerangkan sebagian ilmu yang gak seberapa ini kepada para warga kontraktor muslim, semoga limpahan pahala menyertai. Amin.

Tidak ada komentar: