Sabtu, November 12, 2011

HIRARKI KEBUTUHAN MANUSIA ALA ABRAHAM MASLOW

Abraham H. Maslow memaparkan bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; (2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata. Untuk memotivasi orang dengan dasar ini, hendaknya mengetahui kebutuhan manusia ini agar termotivasi pada tataran manusianormal umumnya. Misal; seorang karyawan harus kita pastikan kecukupan kebutuhan lahiriahnya, kemudian beri rasa aman dalam bekerja maupun menyalurkan idenya, lalu beri sentuhan empati padanya-sentuhankasih sayang, selanjutnya hargai segala achievemenntnya sekecil apapun, dan promosikan dia untuk mengembangkan potensinya. Hirarki/urutan ini bisa terbalik dimana hal pertama ialah kebutuhan mengaktualisasikan diri dan yang terakhir ialah kebutuhan fisiknya, pada para Nabi, Tokoh2 Agama yang agung, Sahabat Rasul, Kaum Mujahid,dsb. Mereka tidak menetapkan kebutuhan fisik (Perut kenyang, seks, tidak haus, tidak kedinginan atau kepanasan) sebagai hal pertama yang harus didapatkan melainkan mereka yg butuh adalah aktualisasi diri mempersembahkan jiwa & raga demi yang dia cintai, Tuhannya, Nabinya, dll. Kemudian pada tahun 1990-an hirarki tersebut direvisi lagi menjadi sebagai berikut ( Huitt, W. ; 2007. “Maslow’s hierarchy of needs.” Educational Psychology Interactive. Valdosta, GA: Valdosta State University. Retrieved [date] from, http://www.edpsycinteractive.org/topics/regsys/maslow.html)

(1) Kebutuhan biologis-jasmaniah; air, food, drink, shelter, warmth, sex, sleep, etc.

(2) Kebutuhan akan rasa aman; protection from elements, security, order, law, limits, stability, etc.

(3) Kebutuhan akan keterterimaan dalam/oleh kelompok dan kasih sayang; work group, family, affection, relationships, etc.

(4) Kebutuhan akan harga diri dan penghargaan; self-esteem, achievement, mastery, independence, status, dominance, prestige, managerial responsibility, etc.

(5) Kebutuhan akan tahu dan paham (Kognitif); knowledge, meaning, etc.

(6) Kebutuhan estetika (keindahan); appreciation and search for beauty, balance, form, etc.

(7) Kebutuhan akan perwujudan diri; realising personal potential, self-fulfillment, seeking personal growth and peak experiences.

(8) Kebutuhan akan transendensi (membantu orang lain mewujudkan dirinya); helping others to achieve self actualization.

Manfaat dalam hal ini dalam perusahaan: Maslow’s hierarchy of needs theory helps the manager to understand what motivates an employee. By understanding what needs must be met in order for an employee to achieve the highest-level of motivation, managers are then able to get the most out of production.

Tidak ada komentar: