Selasa, November 29, 2011

BLACKBERRY DI NEGARA KONSUMTIF INDONESIA

Sesuai info sebelumnya diberitakan baik TV maupun Suratkabar, RIM masih memiliki tiga kesepakatan yang disebut pemerintah belum dijalankan. Kesepakatan tersebut adalah penyadapan terhadap BlackBerry, layanan purna jual, dan pembangunan server atau database/datacenter atau network aggregator. Pemerintah memasang tenggat waktu hingga 31 Desember 2011. Apa yang terjadi jika nggak diturutioleh RIM? Semoga aman.

Telkomsel patut saya sebut raja telepon seluler di Indonesia yang menguasai lebih dari 70% pengguna telepon selular di Indonesia, tembus hingga 100 Juta pelanggan. WoW! Tetapi kok para karyawan hari Kamis beberapa minggu kemarin pada demo minta naik gaji ya?. Di antara ribuan karyawan tempat ku bekerja saja rasio selidik dari 10 orang karyawan, 8 diantaranya memakai Telkomsel. 2 karyawan yang tidak memakai Telkomsel masih didominasi Indosat. Signal kuat dengan ditunjang banyaknya BTS, masih membuat ketertarikan para pengguna handset untuk menanamkan simcard nya dari provider yang bericon warna merah menyala ini.

Untuk BB, menurut teknojurnal.com Telkomsel yang merupakan anak perusahaan dari PT Telekomunikasi Indonesia, hingga saat ini mereka mencatat memiliki pelanggan di kisaran 2,5 juta pelanggan. Jumlah ini merupakan hasil pertumbuhan sebesar kurang lebih 20% dari bulan Mei hingga Agustus 2011. Sedangkan Indosat juga ikut memperoleh kenaikan jumlah pelangan BlackBerry hingga 100 ribu pelanggan dari kuartal 2 tahun 2011.

PROMOSI BARU BERMASALAH
Setelah Si Ungu AXIS mempromosikan paket BB Unlimited seharga 100 ribu per-3 bulan seperti di terangkan dalam websitenya, cuma syarat ketentuannya kurang dijelaskan, dan kini Telkomsel juga demikian. 100 ribu untuk 3 bulan tetapi syaratnya bagi para pengguna BB yang belum pernah ikutan BB Unlimited dan tiap bulan harus wajib mengisi pulsa minimal 50 ribu rupiah. Apalagi kini banyak promo bundling MurMer BB, di tanggal 25-26 November 2011 bertempat di Pasific Place Jakarta, pihak penjual mendiscount 50% untuk BB Bellagio seri 9790 nya dari 4,5 Juta menjadi sekitar 2,260 ribuan. Meskipun memakan puluhan korban para penggila "Touch and Type 9790" ini pada pingsan karena antrian di Pasific Palace beberapa waktu lalu, hingga sampai dibubarkan polisi.

Si XL nggak mau ketinggalan dengan paket unlimited seharga 49 ribunya. Juga Three yang masih bertengger di harga 69ribunya untuk paket Unlimited perbulan. Tampaknya Telkomsel terlihat masih jago strateginya untuk meraup para ABK Blackberry ini. Gimn dengan si hijau esia atau Smart, mungkin langkahnya juga mirip ingin meraup pangsa pasar Blackberry di Indonesia.

GENCARNYA PERTUMBUHAN
Para ABK atau singkatan dari Anak Baru Kenal Blackberry, masih begitu menanjak jumlahnya. Sudah banyak seusia SMP, sudah menenteng Gemini ataupun seri yang lebih tinggi lagi. Indonesia nampaknya memang pasar yang sangat empuk bagi RIM untuk meraup keuntungan, seperti yang diberitakan oleh teknojurnal.com. Jika dilihat dari perkembangan jumlah pelanggan di Indonesia saat ini, layanan BlackBerry mendulang hasil yang positif dengan adanaya peningkatan pelanggan dari beberapa operator yang berkisar 100 ribu hingga 500 ribu selama kuartal 3 di tahun ini. Walaupun produk BlackBerry yang baru cukup minim, tetapi nampaknya program promo layanan data yang digenjot oleh operator berhasil mempengaruhi konsumen untuk menggunakan BlackBerry di Indonesia.

Dimulai dari PT Axiata Tbk, yang mendapatkan pertumbuhan pelanggan BlackBerry di kuartal ke 3 sebanyak 100 ribu pelanggan hingga mencapai 1,4 juta pengguna dari 1,3 juta pengguna. Menurut informasi yang kami peroleh, XL menargetkan meraih pertumbuhan hingga mencapai 1,5 juta pelanggan di tahun 2011. Target yang cukup besar mengingat pada kuartal 1 tahun 2011, XL hanya memiliki 750 ribu pelanggan BlackBerry.

Nampaknya berita negatif dari RIM soal beberapa kegagalannya belum bisa merubah antusiasme pasar Indonesia terhadap BlackBerry. cellular-news.com memperkirakan jumlah pelanggan BlackBerry secara global sebesar 70 juta pengguna. Dan, Indonesia merupakan pasar terbesar BlackBerry di Asia Tenggara. Tahun lalu jumlah pelanggan BlackBerry di Indonesia mencapai 2,63 juta dan tahun ini diperkirakan mencapai 4 juta, apalagi dibantu dengan meluncurnya produk-produk BlackBerry baru di akhir dan awal tahun.

Di lain sisi rasanya hal ini merupakan pasar yang cukup empuk untuk para developer aplikasi mobile di Indonesia. Terutama yang mengarahkan targetnya ke korporat dan juga high end.

Tidak ada komentar: