Jumat, November 25, 2011

38 PRAKTEK LEADERSHIP TERBAIK

Saya coba buka-buka almari, dan membaca buku usang saya dulu di tahun 1995 kala masih kuliah di Malang. Ada makalah kepemimpinan dari Andrew E. B Tani dan menjelaskan tentang adanya hasil riset dari tim peneliti Astra bahwa ada 38 Praktek kepemimpinan terbaik yang dikelompokkan dalam 5 perpektif. kira-kira anda punya semua hal dibawah ini? yah minimal kita terus berusaha untuk tidak mengecewakan Tuhan YME yang telah menitipkan amanah bagi kita menjadi Khalifah/ Pemimpin di Muka Bumi, Mahluk termulia.

Amien Ya Robbal 'Alamin


Dalam mendapatkan komitmen bawahan (ada 8):

Atasan memberi dan menerima usulan, saran dan rekomendasi dari bawahan dalam menetapkan apa yang hendak dicapai bersama serta batas-batas waktu untuk mencapainya.

Atasan mendorong bawahan untuk merencanakan standar kerjanya dan cara mengkhontrol hasil kerjanya.

Atasan menetapkan sasaran dan standar prestasi yang jelas dan spesifik untuk pekerjaan bawahan .

Atasan mengatur distribusi kerja seluruh anggota kelompok kerja dan mempersiapkan second man dengan baik.

Atasan mempunyai bawahan yang secara jelas mengeri tugas dan tanggung jawab mereka.

Atasan menunjukan komitmen pribadi yang tinggi dan ketekunan dalam mencapai sasaran-sasaran kelompok kerja.

Atasan membantu bawahan memahami bagaimana pekerjaan mereka berperan terhadap efektifitas kerja kelomok secara keseluruhan.

Atasan mendorong bawahan untuk terus meningkatkan standar kerja di bagian masing-masing

Dalam mengarahkan,membimbing dan menumbuh-kembangkan bawahan (Ada 8):

Atasan mempunyai mekasnisme komunikasi dengan bawahan dalam kelompok kerja secara teratur dan efektif

Atasan membentuk dan membina hubungan kerja yang hangat dan bersahabat dengan orang-orang yang bekerja dalam kelompok kerja.

Atasan memanfaatkan keterampilan dan kemampuan bawahan dalam membagi tugas kepada mereka.

Atasan memberi bawahan umpan balik mengenai cara mereka melakukan pekerjaannya.

Atasan menciptakan suasana kerja yang bergairah, antara lain dengan memperlihatkan sikap keteladanan dalam berbagai hal.

Atasan memberikan keputusan yang tegas kepada bawahan bila mereka memerlukanya.

Atasan sangat memperhatikan tingkat disiplin bawahan.

Atasan menumbuhkan keinginan bawahan untuk mengambil resiko yang layak (calculated risk) dalam menggunakan wewenang yang diberikan kepadanya.


Dalam menilai karya dan menghargai prestasi kerja bawahan (Ada 7):

Atasan membicarakan setiap tugas dan pencapaian hasilnya dengan seksama.

Atasan menjelaskan kepasa bawahan criteria yang digunakan dalam mempertimbangkan prestasi mereka.

Atasan mempersilahkan bawahan berbicara secara terbuka dan membicarakan pandagan-pandangan mereka secara langsung dan jujur selama diskusi mengenai penilaian prestasinya.

Atasan memperhatikan semua informasi yang relawan pada waktu melakukan penilaian karya bawahan.

Atasan menggunakan pengakuan dan pujian (disamping gaji) untuk menghargai prestasi yang sangat bagus.

Atasan memperhatikan dan menunjukan penghargaan apabila bawahan telah mengeluarkan tenaga dan waktu tambahan dalam melaksanakan tugasnya.

Atasan mengaitkan penghargaan yang diberikan kepada bawahan (kenaikan gaji dan kenaikan pangkat) dengan prestasi dari pada dengan factor-faktor lainya seperti hubungan pribadi.


Dalam menemu-kenali dan memecahkan masalah secara bersama dengan bawahan (Ada 7):

Atasan memperhatikan prestasi setiap bawahan.

Atasan meluangkan waktu untuk waktu untuk memberikan bimbingan kepada bawahan.

Atasan mendorong bawahan untuk menemu-kenali masalah-masalah yang menyebabkan tidak sesuainya hasil kerja dengan apa yang diharapkan.

Atasan memberikan petunjuk kepada bawahan yang kurang berprestasi dan berusaha untuk mendorong tumbuh kembangnya lebih lanjut.

Atasn membantu bawahan dengan memberikan dan menerima sasaran-sasaran jalan keluar untuk mengatasi masalah yang ditemu kenalinya

Atasan membatu bahawan dalam mengembangkan rencana-rencana untuk memperbaiki prestasi mereka.

Atasan memberikan bantuan dan pelatihan yang dibutuhkan sehingga bahawan dapat memperbaiki prestasi mereka.

Dalam membangun semangat kerjasama dan menerapkan proses-proses kerja yang dapat melestarikan efektifitas kelompok kerja (Ada 8):

Atasan mengadakan rapat-rapat kelompok kerja secara berkala

Atasan memastikan adanya sasaran kelompok kerja yang jelas dan dimengerti

Atasan menekankan kerja sama dari pada persaingan, antara bawahan di dalam kelompok kerja

Atasan mengadakan evaluasi hasil kerja kelompok secara terus menerus.

Atasan memastikan bahwa bawahan mempunyai pengertian yang jelas tentang apa yang diputuskan pada akhir tiap rapat kelompok kerja.

Atasan menumbuhkan keinginan bawahan dalam kelompok kerja untuk berbuat lebih banyak (willingness to do more)

Atasan secara berkala berusaha merasakan tingkat semangat kelompok kerja

Atasan mengusahakan adanya suasana kekeluargaan dan hubungan yang serasi, selaras dan seimbang serta keterbukaan dan kejujuran dalam tukar pendapat di dalam rapat-rapat kelompok kerja.

Tidak ada komentar: