Rabu, April 14, 2010

Statistical Process Control - Beda Common Causes & Special Causes












SPC adalah suatu metode pengendalian proses dengan menggunakan pengolahan data dengan teknik statistik agar produk/jasa yang dihasilkan memenuhi persyaratan pelanggan.

Menerapkan Statistical Process Control (SPC):
berarti melakukan pengendalian di setiap tahapan proses dengan menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan / pengendalian.

SPC diperkenalkan oleh Dr Walter A.Shewhart , seorang ahli fisika, statistician, dan engineer yang bekerja di Bell Labs Telephone’s, pada tahun 1924
Pada waktu itu ketergantungan upaya pemastian mutu pada inspeksi finished product dan membuang produk cacat dirasa masih tinggi,
Perusahaan bermaksud menurunkan failure & repair dari gangguan sistem transmisi telepon (dimana semua peralatannya ditanam di tanah)
Shewhart melakukan study mengenai pentingnya mengurangi variabilitas di proses manufaktur dan menjelaskan bahwa adjustment proses yang dilakukan secara terus menerus ketika terjadi nonconformity dapat mengakibatkan meningkatnya variabilitas dan menurunkan mutu.

Shewhart , dengan menggunakan Control Chart dapat mengidentifikasi bahwa problem di sebabkan oleh dua hal yakni special causes variation dan common causes variation
Dengan mengetahui common causes variation, maka bisa diprediksi kinerja di masa mendatang

MENGAPA PERLU PENGENDALIAN PROSES?
Sebab: Produk / jasa yang dihasilkan ber’variasi”
VARIASI, adalah :
ketidakseragaman produk / jasa yang dihasilkan
produk / jasa yang dihasilkan tidak memenuhi spesifikasi
Istilah lain untuk Variasi adalah Variabilitas


Tidak ada dua produk yang “persis” sama
Perbedaan ini disebut variasi
Variasi/variabilitas adalah MUSUH MUTU
Pelanggan menuntut produk/jasa dengan variasi / variabilitas yang sekecil-kecilnya
Perusahaan harus melakukan improvement dan memastikan bahwa Variasi / Variabilitas karakteristik mutu produk/jasanya masih dalam batas-batas yang ditoleransi pelanggan
Untuk meminimalkan variasi/variabilitas produk/jasa perusahaan harus diidentifikasi sumber-sumber variasi tersebut

Penyebab variasi:
People
Machines
Materials
Methods
Measurement
Environment

Variasi secara keseluruhan terdiri dari Common Causes & Special Causes.
Common causes seperti misal;
kita bangun pagi pada jam 05:30, 05:35, 05:25, 05:35, 05:30

Special causes identik adanya data "menyimpang banget" dari yang normalnya.
seperti:
05:30, 05:35, 05:25, 06:20, 05:30

ada jam 06:20 bangun pagi, ini bisa saja merupakan special causes. ukup menyimpang bukan?

Special cause variation
Variasi yang tidak diinginkan
Ada penyebab khusus, penyebab ini bisa dikendalikan
Contoh: Variasi karena kondisi peralatan produksi yang tIdak baik, kurang homogennya bahan baku, kurang cermatnya operator, dan lain-lain


Common cause variation
Variasi yang secara natural “ada” dan “dapat diterima”
Terjadi karena adanya variasi (normal) dari material, tool, mesin, operator, lingkungan
Contoh (Di industri secara umum): variasi yang disebabkan karena perubahan kelembaban, suhu, getaran, voltage

Common cause variation
Selalu ada , meski pun prosesnya konsisten
Dapat memberikan summary statistic yang selalu konsisten nilainya dalam jangka panjang
Tidak dapat dikurangi dengan adjustment proses saja, tetapi harus dengan merubah proses
Terjadi secara Random, sehingga efeknya terhadap produk bisa diprediksi .

Jika di dalam proses hanya terjadi common cause variability maka 99, 74 % mutu produk akan berada dalam suatu range : Rata-rata +/- 3 standard deviations )
Jika disebabkan karena kekurangpresisian suatu peralatan, maka sebaiknya membeli peralatan yang lebih presisi

Jika disebabkan karena berubahnya kondisi lingkungan / ambient, maka sebaiknya merelokasikan proses ke suatu area yang lebih terkontrol kondisi ambientnya

Special cause variation
Terjadi karena ketidakkonsistenan dalam proses
Dapat memberikan summary statistic yang tidak konsisten dalam jangka panjang
Dapat dikurangi dengan melakukan adjustment proses
Terjadi secara Non-random, sehingga efeknya terhadap produk tidak bisa diprediksi sampai ditemukan special cause.
Jika ada special cause variability , tetapi penyebabnya belum teridentifikasi , maka mutu produk bisa berubah sewaktu waktu

Setiap operator memiliki “style” yang berbeda , maka yang perlu dilakukan adalah memberikan pelatihan kepada operator


Raw material diperoleh dari supplier yang berbeda: Gunakan satu suplier , membeli material yang berkualitas

Peralatan yang rusak  tingkatkan frekwensi maintenance

Sekian
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar: