Jumat, Januari 30, 2009

TQM Si BATITA Toba Pulp Lestari - Tobasamosir


Total Quality Management dan Six Sigma telah kita dengar gaungnya dalam mengembangkan bisnis baik profit maupun non-profit oriented, menjadi seolah “Kitab suci” bagi para pejuang perbaikan. Mulai dari Toyota, General Motors, Sony, 3M, Motorola, yang sangat sukses dalam implementasi ke-dua methodology ini. Toba Pulp Lestari..........



Toba Pulp Lestari, memulai TQM di pertengahan tahun 2005 dan hingga sekarang masih terus mengembangkan konsep Total Quality Management. Secara umum TPL adalah perusahaan selalu fokus pada kualitas, berdasarkan partisipasi segenap komponen organisasi dalam senantiasa berusaha memuaskan pelanggannya dan memberikan manfaat bagi setiap komponen organisasi & lingkungan sekitarnya.

Salah satu aktifitas TQM misalnya, tertuang dalam aktifitas continuous improvement baik secara individual dengan sistem saran (SS) maupun secara tim untuk berkumpul menganalisa persoalan dengan alat-alat PDCA. Ratusan proyek perbaikan (Continuous Improvement Project) telah dilaksanakan selama kurun waktu tiga tahun terakhir di pabrik maupun divisi kehutanan (Forestry) dengan hasil semakin baiknya pengetahuan karyawan dalam implementasi nilai-nilai TQM.

Perlombaan Continuous Improvement Project baik dalam bentuk tim dan perorangan diselenggarakan setiap akhir semester. Seperti yang dilaksanakan terakhir dibulan December 2008 lalu, diikuti sekitar 25 team dari MILL dan Fiber serta 16 System Saran. Aktivitas ini bukan hanya sebagai simbol keberadaan TQM di TPL melainkan sarana untuk melatih para karyawan akan analisa data, analisa akar penyebab, analisa hal-hal yang tidak bernilai tambah dalam process dan segala sesuatu tentang TQM. Mungkin sedikit perusahaan yang seperti TPL dalam penyelenggaraan perlombaan ini. Konsep pelaksanaan didasarkan pada kualitas process dan kualitas hasil, bukan hanya di hasilnya saja. Setiap anggota team akan diuji mulai dokumen & data, pengetahuan alat-alat PDCA, pengetahuan tentang nilai-nilai TQM sampai dengan pengujian dengan presentasi. Cukup rumit diprosessnya demi mendapatkan hasil yang baik, karena quality day bisa jadi sebagai barometer perjalanan TQM di TPL.

Dalam perlobaan project continuous improvement bulan December 2008 kemarin didapat juara pertama diraih dari tim Nursery (Pembibitan) dengan judul “Survival seedling” atau survival bibit yang ditanam dibandingkan yang sukses, dimana tim ini juga berhasil melakukan penghematan sekitar setengah milyar rupiah selama tahun 2008.

Direktur Utama TPL, Roli Arifin mengatakan, Dalam menghadapi tantangan, di depan mata yang terbentang dan tidak di ketahui kapan berakhir, TQM lah sebagai salah satu nya tool yang kita gunakan untuk mencapai trobosan-trobosan dan juga inovasi-inovasi baru yang membuat hasil produksi kita competitive di pasar lokal mau pun dunia. Kita harus membuat TQM menjadi darah daging kita dalam bekerja. TQM juga cara kita mengambil keputusan, disampaikan dalam perhelatan Quality day ke-4 bulan Juni tahun 2008.

Secara sederhana, TQM mengajarkan untuk setiap orang mencintai kualitas. Bukan hanya kualitas produk saja, melainkan kualitas dari lingkungan kerja, kualitas dari setiap orang akan skill & pengetahuannya, kualitas kepemimpinan, kualitas dari hubungan sosial masyarakat, dan banyak lagi sebagai arti senantiasa fokus pada kualitas. Bicara TQM berarti Bicara Kualitas.

Ada 5 prinsip dasar yang terus ditanamkan di organisasi TPL, yaitu:
Kualitas adalah milik pelanggan, Peningkatan kualitas fokus pada pencegahan berulangnya masalah, Fokus pada pengoptimalan process/ aktivitas, Manajemen berdasar data & fakta dan Perbaikan tiada henti.

TQM menanamkan perlunya setiap orang untuk terus mengembangkan diri sebagaimana falsafah, People building first before making product”. Beberapa subject Training TQM terus diselenggarakan, mulai dari training PDCA, Mastering 7 QC tools, TQM facilitator, Statistical Process Control, budaya 5S, hingga pelatihan-pelatihan manajemen lainnya seperti Leadership, Teknik Presentasi, dan sebagainya. Dalam training PDCA saja, tiap tahun tidak kurang dari 500 orang telah dilatih.

Tiga factor keberhasilan TQM yang dipercaya oleh TPL ditentukan oleh selalu mengerjakan yang benar, selalu mengerjakan dengan benar dan Sejak pertama dan untuk setiap waktu. Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang benar, dengan prosedur dan metoda-m etoda yang benar, sejak awal dan terus berkesinambungan, akan mampu mencegah terjadinya kesalahan, sehingga akan mengurangi/menghilangkan kerugian-kerugian yang timbul karena harus memeriksa cacat/ defects dan melakukan pekerjaan-pekerjaan ulang untuk memperbaiki kesalahan atau penyimpangan. Dalam TQM kita dituntut untuk terus-menerus mencari ”Cara Yang Lebih Baik”. Sehingga dalam TQM hampir tidak dikenal istilah ”Terbaik” (the best) tetapi ”Lebih Baik” (the better).

Manajemen TPL sangat mendukung pergerakan TQM di Toba Pulp Lestari yang dari segi umur masih BATITA (bayi Tiga Tahun) baru dalam tahap pembelajaran. Mulia Nauli, salah satu direktur TPL juga menyatakan senangnya melihat semua karyawan meletakkan TQM sebagai jalan untuk survive di pasar global melalui kegiatan continuous improvement disemua aspek sebagai salah satu kegiatan jangka panjang sebagai Philosophy TPL yang akan mendukung Process (pembuangan sampah proses), People & Partners (respek dalam keterlibatan dan pengembangan), Problem Solving (Perbaikan dan Belajar tiada henti) semuanya dalam 4P’s”.

Roli menambahkan, Sukses TPL dilandasari pada tiga hal yaitu, People, Planet & Profits (3P’S). Hal ini dengan pertimbangan bagaimana berhubungan dengan manusia atau masyarakat, bagaimana menjaga bumi atau lingkungan dan bagaimana kita memberi nilai atau manfaat. Menjaga keseimbangan terhadap hal tersebut diatas menjadi landasan bagi kita dalam berpijak. Bagaimana caranya, TQM adalah caranya ! Kita berusaha menjadi lebih cepat, lebih baik dengan harga yang bersaing. Ingat kita berusaha mencari pemecahan atas masalah yang dihadapi bukan dengan mencari alasan. Dengan semua ini saya berharap kita dapat bertahan dalam menghadapi kemelut finansial global yang sedang terjadi pada saat ini.


Didalam training TQM kepada karyawan, kita mengajak seluruh karyawan untuk mengembangkan TPL menjadi perusahaan kelas dunia dimana selalu berorientasi kualitas, berorientasi kepada kepuasan pelanggan baik pelanggan internal maupun eksternal, pionir dalam teknologi, senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keahliannya serta continuous improvement setiap hari. Harapan kita ialah TPL tetap eksis hingga ratusan tahun kedepan.

Masyarakat sekitar TPL adalah salah satu pelanggan dalam konsep TQM, mari kita lihat betapa besar dana CD dan bagusnya program CSR kita. Salah satu yang tampak hasil salah satu project TQM dimata masyarakat ialah dipakaikannya tutup truk semacam terpal plastik pada bak truk pembawa kayu agar selama perjalanan mengurangi gangguan para pengendara motor atau masyarakat sekitar akan pasir atau tanah yang jatuh dari atas bak truk, salah satu aktivitas berorientasi pelanggan/ customer.

Di awal tahun 2009 ini, kami percaya dengan diterapkannya TQM semua pelanggan akan berbahagia karena mendapatkan ”banefits” dari process bisnis perusahaan. TQM masihlah bayi, tapi dengan dukungan dari semua pihak kecepatan tumbuh kembang TQM akan jauh lebih cepat dari pertumbuhan seorang bayi. Perlahan namun pasti, Total Quality Management akan terus mengakar.





Tidak ada komentar: