Jumat, November 07, 2008

Perusahaan Pulp Meradang


Pabrik Kertas Terpukul
Krisis Finansial Turunkan Permintaan

(02 Nov 2008) Harga Pulp Serat Pendek (Bleach Kraft Pulp) = USD 420 Dolar per-Ton

(06 Nov 2008) Harga Pulp Serat Pendek (Bleach Kraft Pulp) = USD 400 Dolar per-Ton

diperkirakan dalam 10 hari kedepan akan menjadi $380 dolar/Ton.

Dampak krisis finansial
global mengakibatkan pabrik pulp dan kertas terbesar di Tanah Air, PT
Riau Andalan Pulp and Paper dan PT Indah Kiat Pulp and Paper, harus
mengurangi produksi karena
kurangnya permintaan dari luar negeri."Pengurangan
produksi kami mencapai 30 sampai 40 persen dan kami tidak tahu kondisi
ini akan berlangsung sampai kapan," ujar Rudi Fajar, Direktur Utama PT
Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang dihubungi Kamis (16/10).Dengan
berkurangnya kapasitas sampai 40 persen, Rudi mengatakan, pihaknya
hanya mengoperasikan satu dari dua pabrik yang terpasang. Selain itu,
manajemen telah melakukan sejumlah penghematan di segala bidang."Kami
hanya tidak melakukan penghematan untuk penyediaan bahan baku, bahan
bakar, dan gaji pegawai. Sementara dalam bidang-bidang yang lain,
seluruhnya sudah dilakukan penghematan, misalnya mengurangi perjalanan
dinas dan lain-lain," tegas Rudi.EfisiensiSecara
terpisah, Humas PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), Nurul Huda,
mengatakan, pihaknya masih mengoperasikan dua pabrik. Meski demikian,
pihaknya juga telah melakukan efisiensi di segala bidang.Menurut Nurul, PT IKPP
sedang mencari pasar baru selain Eropa dan China yang selama ini mendominasi
pasar ekspor."Kami akan berupaya membuka pasar Timur Tengah yang mungkin tidak
terlalu terkena imbas krisis global," katanya.Meski
sudah melakukan efisiensi, baik PT RAPP dan PT IKPP belum bermaksud
mengurangi karyawan dengan jalur pemutusan hubungan kerja. Namun,
Rudi mengatakan, pihaknya terpaksa memutus kerja sama dengan beberapa
kontraktor karena berkurangnya produksi."PHK merupakan jalan
terakhir. Namun, kami tidak tahu dengan karyawan kontraktor apakah
sudah ada pemutusan hubungan kerja," kata Rudi.Adapun, Nurul
mengatakan, kontraktor yang sudah memiliki surat perintah kerja tetap
bekerja sesuai kontrak. Namun, kontraktor yang belum memiliki SPK akan
dievaluasi kembali. Bila pekerjaan masih dikategorikan prioritas akan
dilanjutkan, tetapi kalau masih dapat ditunda akan diberhentikan
sementara.MembantahNurul membantah rumor
yang beredar di Pekanbaru bahwa PT IKPP akan merumahkan 800 karyawannya
bila krisis belum berakhir dalam dua bulan ke depan."Belum, kami belum akan
melakukan PHK. Mudah-mudahan, krisis segera berakhir," kata Nurul.Menurut
Rudi, beberapa pembeli luar negeri sebenarnya masih berkeinginan membeli pulp
dari PT RAPP.Namun,tidak ada kejelasan bagaimana skema pembayaran. Daripada nantinya
pembayaran macet, PT RAPP belum dapat melakukan pengiriman.Di
pasar internasional, kata Rudi, harga pulp saat ini telah anjlok lebih
dari 30 persen. Harga sebelumnya mencapai 850 dollar AS per ton, tetapi
saat ini tinggal 550 dollarAS.
PT. RAPP dan PT IKPP adalah dua
produsen pulp dan kertas yang terbesar di Indonesia.
Produksi dua
perusahaan ini mencapai 65 persen dari total produksi nasional.
Produksi PT IKPP dan PT RAPP mencapai 4 juta ton per tahun. (SAH)

Hal pribadi yang harus kita segera lakukan dalam masa krisis ini ialah pertebal modal spiritual & persiapkan "kuda-kuda" mengadapi bombardir serangan efek krisis termasuk PHK dan lonjaknya harga.

Salam Kualitas.



2 komentar:

JC mengatakan...

Yah.....

Akibat Krisis Global ini

Anonim mengatakan...

Semoga cepet berakhir