Jumat, November 07, 2008

BENCHMARKING STRATEGY

BENCHMARKING

Benchmarking adalah metode untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengidentifikasi, mempelajari, mengadaptasi dan menerapkan best practices yang ada di industri, baik yang sejenis maupun tidak .

Mengapa melakukan Benchmarking

• Untuk membawa organisasi membandingkan kinerjanya dengan organisasi lain yang terbaik di bidangnya, sehingga organisasi tersebut secara berkesinambungan dapat meningkatkan kinerjanya.
• Meningkatkan kemampuan organisasi dalam memberikan produk atau jasa yang jauh lebih baik kepada pelanggan (customer), baik internal maupun external.

Ruang Lingkup Benchmarking

a. Internal :
Membandingkan dengan best practice di dalam internal APRIL group.
b. External :
• Kompetitif : Membandingkan produk dari pesaing dalam hal fungsi, kualitas dan harga.
• Fungsional : Mmebandingkan kinerja suatu proses yang spesifik dengan industri sejenis yang memiliki kinerja jauh lebih baik.
• Generik : Membandingkan kinerja proses yang umunya terdapat dalam suatu bisnis dengan industri lainnya, baik sejenis maupun tidak.
Bagaimana melakukan proses Benchmarking?

Dalam menjalankan benchmarking konsep PDCA dari Deming juga menjadi dasar pelaksanaan,
PLAN : Identify
DO : Study
CHECK : Learn
ACT : Implement
Langkah identify dan study merupakan proses persiapan yang dapat dilakukan be
rulang-ulang sebelum menuju tahapan berikutnya. Hal ini diperlukan untuk memastikan siapa dan apa yang harus di-benchmark.

Proses benchmarking bukan proses menjiplak (copy), melainkan proses mengadaptasi best practice. Agar proses ini dapat berhasil, sangat penting untuk mempelajari berbagai factor-faktor di luar kinerja dan ukuran benchmark.

Faktor-faktor tersebut adalah enabler
(pendukung keberhasilan), yang pada umumnya tidak terlihat dan terukur secara kuantitatif.
Sebagai contoh :

Suatu perusahaan yang saat ini memiliki nilai inventory 8 hari ingin menjadikannya 1 hari sebagai best practice yang ada. Benchmarking tidak cukup hanya dengan mempelajari bahwa 1 hari dapat dicapai melalui implementasi konsep”just-in-time”;namun penting untuk mempelajari factor-faktor enabler-nya,seperti bagaimana membangun disiplin pekerja, tingkat pengetahuan pekerja, model kepemimpinan, budaya di dalam perusahaan dan lain sebagainya. Oleh karena itu enabler harus dipertimbangkan dalam setiap proses benchmarking agar adaptasi dari best practice dapat berjalan dengan efektif.

Dalam menjalankan Benchmarking, perlu diketahui beberapa aturan atau kode etik yang secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
· Dilakukan dalam aturan yang formal
· Mengikuti asas hokum yang berlaku
· Keterbukaan dan kesediaan untuk bertukar informasi
· Jaminan kerahasiaan atas informasi yang telah didapatkanTujuan Benchmarking

Proses benchmarking merupakan proses panjang yang diikuti oleh tahap pelaksanaan dan pembelajaran (learning) yang berkesinambungan. Tujuan benchmarking bukanlah untuk sekedar menyamai best practice.

Benchmarking merupakan proses perbaikan berkesinambungan untuk mendapatkan hasil yang melampaui best practice yang di-benchmark.

Semoga berhasil meningkatkan bisnis anda...

Salam.


Tidak ada komentar: