Jumat, November 07, 2008

ADVERSITY QUOTIENT

ADVERSITY QUOTIENT
Kecerdasan Mengidentifikasikan Masalah
Menanggulangi Masalah Serta Mengambil Keputusan Secara Baik Dan Benar
Untuk bisa sukses menjadi seorang staf di perusahaan dituntut untuk memiliki kecerdasan diatas rata – rata kecerdasan manusia umumnya. Secara anekdot dinyatakan bahwa seorang staf di perusahaan dituntut mempunyai kecerdasan rata – rata 200 % atau 100 % diatas kecerdasan rata – rata manusia pada umumnya.

Untuk menjadi staf pemula di perusahaan, maka test IQ – test Kecerdasan Intelektual diperlukan agar memenuhi syarat minimum yaitu seorang yang cerdas. Jadi seorang staf di perusahaan tidak mungkin dari kalangan idiot. Namun seorang staf di perusahaan juga seorang yang mampu mengendalikan emosinya, yaitu mempunyai Kecerdasan Emosional – Emotional Quotient – EQ yang baik . Emosi yang meledak – ledak tidak saja bisa membahayalan sang staf di perusahaan itu sendiri tetapi juga dapat membahayakan perusahaannya yang sekaligus membahayakan masa depan investasi para pemilik modal . Tapi staf di perusahaan yang tanpa emosi, perusahaannya akan melempem, oleh karena itu seorang staf / pejabat di perusahaan harus mempunyai emosi yang tinggi namun mampu dikendalikan, dimanfaatkan secara cerdas . Seorang staf di perusahaan adalah juga seorang yang mempunyai Kecerdasan Kreatifitas – Creativity Quotient – CQ, agar mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Perusahaan yang maju adalah perusahaan yang mempunyai para staf di perusahaan yang kreatif untuk bersaing dan mampu menumbuh - kembangkan perusahaannya.

Namun seorang staf di perusahaan dituntut juga menjadi seorang penganut agama yang saleh, mempunyai RQ – Religious Quotient – Kecerdasan Beragama yang baik. Dan seorang staf di perusahaan juga seorang yang cerdas dalam mengamalkan Spiritual Quotient – SQ – Kecerdasan Spiritual yang tidak sekedar dapat membedakan yang halal dan yang haram , yang bermudharat, yang bermanfaat dan bermartabat yang tidak saja dari segi ajaran agama – RQ – Religious Quotient , tetapi juga kecerdasan dari tanggung jawab moral, etika dan integritas secara lebih luas lagi. Yang kemudian berkembang lagi menjadi ESQ – Emotional Spiritual Quotient – Kecerdasan emosi dan spiritual .

Melengkapi untuk menjadi staf di perusahaan yang pari purna yang mempunyai 200 % kecerdasan rata – rata, maka sekarang sedang dipopulerkan kecerdasan AQ – Adversity Quotient – Kecerdasan mengidentifikasikan masalah dan menanggulangi masalah serta mengambil keputusan secara cerdas, dengan baik dan benar. Sekarang makin terasa bahwa seorang staf di perusahaan bukan semata – mata mempunyai IQ yang baik, disertai EQ, CQ, RQ, SQ yang baik saja, tetapi juga mampu menerapkan AQ secara baik dan benar, sehubungan dengan keharusan penerapan Manajemen Risiko dan Good Corporate Governance karena risiko juga adalah sisi lain dari masalah yang perlu diatasi.

Tidak ada komentar: