Kamis, Desember 08, 2011

DIALOG ASSERTIVE

Rekan2 pada minta contoh2 dialog assertive (Tegas Tepat), khususnya di Pabrik/ manufacturing / kantor. Tegas menyampaikan hak, tepat dalam melakukan permintaan tanpa melanggar hak orang lain tetapi tujuan tetap tercapai. Susah juga jika nggak biasa, tetapi Let's do it and KISS (Keep it simple and straightforward). Postingan sebelumnnya mengenal assertive secara sederhana silahkan klik disini.

Berikut beberapa contohnya. Assertive vs Agresif



1. Bawahan terlambat datang kerja

"Saya sangat ingin Bapak senantiasa tepat waktu, karena saya mau kita bisa seterusnya menjadi tim solid. Jika tidak, pasti saya bakal kesulitan dengan keterlambatan Bapak. Bisakah mulai besok Bapak hadir tepat waktu? Saya harap Bapak memahaminya."

"Dasar tukang molor, percuma saya rekrut Bapak"
(Mengecap molor ^Judgment^, vonis)

"Saya lebih tenang jika Bapak tidak terlambat lagi, karena disiplin bagi saya sangat baik untuk mutu kinerja tim kita. resah rasanya saya jika Bapak datang terlambat. Apa Bapak sanggup tuk menjadi bagian tim ini terus?"

"Hey, kamu gimana sih? masih tetap mau kerja disini ya?"

2. Bawahan tidak memberikan laporan
"Bapak mungkin berpikir jika telat mengirim laporan adalah hal wajar dan biasa, bagi saya hal ini membuat saya was-was. untuk kebersamaan kita, sanggupkah Bapak mulai bulan depan laporan akan tepat waktu? "

"Bapak emang nggak bisa buat laporan tepat waktu, masa molor terus laporannya. Gitu aja nggak bisa"

"Saya tahu Bapak bisa melakukan apa yang saya inginkan, Mulai besok Laporan harus tepat waktu, sehingga saya tenang karena laporan itu sangat penting bagi saya. Jika butuh bantuan silahkan langsung hubungi saya. Saya percaya Bapak masih bisa menjadi bagian tim kita yang baik"

"Bapak ini membuat saya pusing saja, goblok amat sih. gak becus"

3. Bawahan tidur di Jam kerja
"Saya sangat tidak suka jika Bapak tidur dalam jam kerja, ini cukup membuat saya sedih. Mulai besok jangan dilakukan lagi. Saya yakin Bapak bisaapa yang saya mau"

"Kutu kupret, duancuk kau ini. Tidur aja kerjanya, Apa sudah nggak mau kerja disini lagi"

4. Bawahan pergi keluar kantor tanpa ijin
"Alangkah lebih tepat jika Ibu tidak melakukan ini lagi, Kepergian Ibu tanpa ijin membuat saya was-was. Saya takut Ibu ada kenapa-napa di Jalan. Mulai besok Ibu harus selalu meminta ijin"

"Ibu ini gimana sih. Emang ini kantor nenek eloe. Disiplin kenapa emangnya? gak bisa"


Seperti dipostingan sebelumnya, komunikasi assertive itu
1. Mengutarakan kejujuran
2. Mengutarakan keinginan
3. Mengutarakan sikap suka dan tidak suka
4. Mampu memulai percakapan dan menutup percakapan
5. Tidak menjudge / memvonis yang sangat memalukan
6. Empati, berusaha mempertahankan hak diri tapi tetap tidak melanggar hak orang lain

Yang dasar utama ialah berani mengutarakan Tidak atau menyampaikan hak yang harus dipenuhi, dan soal berani dan gak berani ini butuh pembiasaan.

Tidak ada komentar: