Kamis, November 10, 2011

TEMPAYAN RETAK

Para Sahabat, ada suatu kisah menarik dari negeri seberang yang tidak bosan-bosannya disela-sela perjalanan mengais rezeki, kisah ini sering saya ingat dan menjadi pemacu untuk menebar kasih ke siapa saja.


Di suatu daerah ada Seorang Ibu yg sdh tua memiliki 2 buah tempayan yang digunakan utk mencari air, yang dipikul di pundak dgn menggunakan sebatang bambu. Salah satu dr tempayan itu retak, sedangkan yg satunya tanpa cela & selalu memuat air hingga penuh. Setibanya di rumah stlh menempuh perjalanan panjang dr sungai, air di tempayan yg retak tinggal 1/2.

Selama 2 thn hal ini berlangsung setiap hari, dmn ibu itu membawa pulang air hanya 1 1/2 tempayan. Tentunya si tempayan yg utuh sangat bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yg retak merasa malu akan kekurangannya, & sedih, sebab hanya bisa memenuhi 1/2 dr kewajibannya.

Setelah 2 thn yg dianggapnya sbg kegagalan kinerjanya, akhirnya dia berbicara kpd ibu tua itu di dekat sungai. "Aku malu, sebab Airku selalu bocor melalui bagian tubuhku yg retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu."

Ibu itu tersenyum, "Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yg kau lalui, namun tidak ada di jalur yg satunya? Aku sdh tahu kekuranganmu, jd aku menabur benih bunga di jalurmu & setiap hari dlm perjalanan pulang kau menyirami benih2 itu. Selama 2 thn aku bs memetik bunga2 cantik utk menghias meja. Kalau kau tdk seperti itu, maka rumah ini tdk se indah ini, sebab tdk ada bunga."

Kita semua mempunyai kekurangan masing2, namun keretakan & kekurangan itulah yg menjadikan hidup kita bersama menyenangkan & memuaskan. Kita hrs menerima setiap orang apa adanya, & mencari yg terbaik dlm diri mereka.

Para sahabat sesama tempayan yg retak, semoga hari kita menyenangkan. Jgn lupa mencium wanginya bunga2 di jalur kalian. Setiap orang pasti memiliki takdir masing2, sehingga perbuatan apapun itu pasti ada sisi baik walau dr kekurangan kita.

Tidak ada komentar: