Kamis, November 10, 2011

MOGOK KARYAWAN

Hari ini, Kamis (10/11/2011) Serikat Karyawan Telkomsel (Sepakat) melakukan aksi mogok masal. Mereka melakukan orasi menuntut hak mereka di depan gedung Telkomsel, Gatot Subroto, Jakarta. Mereka menuntut agar Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2 yang sudah ada sejak 2008 segera dilaksanakan. Mereka meminta kenaikan gaji, dan remunerasi yang tertuang dalam PKB 2 dipenuhi.

Aksidemo dilakukan di depan Gedung Graha Citra Caraka, Kantor Telkom di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Massa dari Sepakat diistimasikan 1.000 orang dari seluruh karyawan Telkomsel Jabodetabek.

Dalam kacamata Mutu, posisi karyawan Telkomsel dalam hal HRM/ Manajemen SDM; renumerasi system, penggajian, karir dan pengembangan, pelatihan adalah sebagai pelanggan dan pihak manajemen adalah sebagai supplier. Mengingat proses map di SIPOC (Supplier Input Process Output Customer), bahwa "O" atau Output dari proses-proses diatas harus bisa memberikan kepuasan bagi karyawan, pengukuran indeks kepuasan harus dilakukan secara periodik. Tetapi kadang, perusahaan alergi untuk melakukan survey kepuasan dan mungkin karena ketidak tahuan apa, bagaimana survey dilakukan dan manfaatnya. Mengambil konsep Total quality Management, dimana menetapkan sebuah prinsip respect to humanity jika perusahaan tersebut benar benar berkiblat pada pencapaian mutu baik mutu produk maupun jasa. Dalam referensi lainnya oleh Maslow tentang teori kebutuhan manusia, digambarkan bahwa ada 5 hirarki kepuasan manusia mulai hirarki kebutuhan fisik yang paling mendasar, rasa aman, cinta dan pengakuan, harga diri dan aktualisasi diri. Artinya jika, karyawan telah cukup kebutuhan fisiknya, dan aman bekerja, dicintai oleh atasan dan rekan kerja, dihargai pada setiap kontribusinya, dan diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan diriya niscaya sesuai yang dipaparkan Maslow ini, manusia terpenuhi kepuasannya.

Pengukuran indikator-indikator kepuasan, pada level motivasi karyawan (engagement), mengukur komitment pada organisasi dan tingkat keterlibatannya, agar didapat suara pelanggan. Jangan menolak hal ini tidak boleh dilakukan jika kita masih cinta "Mutu" yang didefinisikan oleh Kaoru Ishikawa sebagai kepuasan pelanggan. Setelah pengukuran, akan didapat berbagai informasi dan gap dari sebuah target indikator, apakah indikator kepuasan karyawan tentang karir & development, benefits, alur komunikasi, kepuasan lingkungan, maupun kepuasan akan gaya kepemimpinan yang dianut oleh perusahaan. Juga manfaatnya selain mendapatkan gambaran level, kita dapat melakukan perbaikan untuk mencegah masalah yang besar jika indikator ini tidak kita tangani, mendeteksi masalah yang bakal muncul.

Jika saja, hal-hal pengukuran telah dilakukan, dan ada komitment untuk meningkatkan level kepuasan niscaya sutainability bisnis terjaga, dan Mogok kerja tidak akan terjadi. Insyaallah.

80% Problem cause management problem while 20% by people problem (Prof. Deming)

Tidak ada komentar: