Posts

Seputar Istilah Kepelabuhanan

Image
Bekerja di bisnis pelayaran khususnya dalam bidang pengiriman barang menggunakan kapal laut dan kontainer ataupun tidak menggunakan kontainer, ada beberapa istilah umum yang sering dipakai. Yaitu: Receiving : adalah aktivitas pergerakan Container dari hinterland / luar melalui in gate menuju Container yard (CY)/lapangan penumpukan untuk di stack/ditumpuk Loading : adalah aktifitas pergerakan Container dari Container yard (CY)/lapangan penumpukan menuju dermaga ke kapal untuk dimuat Unloading/discharge :adalah aktifitas pergerakan Container dari kapal menuju ke Container yard (CY)/lapangan penumpukan untuk di stack Delivery : adalah aktifitas pergerakan Container dari Container yard (CY)/lapangan penumpukan melalui out gate menuju hinterland Stevedoring : adalah pekerjaan membongkar petikemas dari palka kapal ke atas chasis/dermaga atau sebaliknya dengan menggunakan crane kapal atau crane darat Trucking/haulage : adalah pekerjaan mengangkut petikemas dengan ...

Terjebak BSC sekedar untuk Performance Management

Image
Sebagian besar perusahaan gagal dalam implementasi BSC secara sesungguhnya. Nilainya gak tanggung-tanggung, beberapa research menyimpulkan lebih dari 80% perusahaan gagal, sehingga BSC hanya sebagai penilaian kinerja karyawan saja. Sebatas itu. Padahal implementasi BSC merubah semua hal dan terintegrasi pada banyak aspek bisnis manajemen. Wujud BSC hanya sekedar menilai kinerja, bukan sebagai alat mencapai tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Aslinya KPI dan Performance Bonus yang mengikutinya, hanya sebagian kecil dari "BSC House". Lihat diagram dibawah: KPI dan performance bonus, hanya pada bagian "Make strategy eveeryones everyday Job. Yaitu pada "Personal Score Card". Arus aktifitas proses BSC ialah 80% top down, bukan menyerahkan kepada karyawan untuk menetapkan aksi dan Key Performance Indicatornya. Secara umum implementasi BSC awal ialah menjelaskan Visi dan Misi, Kemudian merumuskan strategy atau taktik untuk mewuju...

Lean dan IT

Image
Dalam implementasi Lean di proses bisnis, salah satu eksekusi perubahan proses adalah mereduksi waktu mulai pesanan/ permintaan datang sampai permintaan diterima. Waktu ini disebut Lead Time. IT software dan hardware cukup berperan penting dalam melakukan perampingan proses/ menurunkan jumlah tahapan ataupun mengurangi lead time proses. Misal berkirim surat. Dulu sebelum IT datang mengirim surat ke kota lain butuh waktu 2-3 hari. Sekarang mengirim surat cukup via email. Go green kan? jadi hemat kertas. Dulu sebelum ada ATM Bersama kita tidak bisa untuk mengakses bank selain bank penerbit ATM kita. Sekarang, ATM bersama sudah banyak, meskipun dikenakan tarif dalam setiap transaksi. Dalam implementasi Lean, IT sangat berperan dalam menurunkan lead time proses dan bisa jadi menghilangkan proses-proses pengecekan yang tidak perlu. Misal di ATM saat kita akan memasukkan kartu maka layar monitor akan menunjukkan tanda eror jika jaringan bermasalah sehingga kita tidak memasukkan ka...

Lean di Lalu Lintas

Image
Lean ialah disiplin metode dan tools yang digunakan untuk membuat proses lebih efisien dengan memerangi semua hal pemborosan waktu dan biaya. Pemborosan dari Lean ialah segala hal kegiatan yang tidak menambah manfaat bagi hasil akhir. Semakin banyak dilakukan semakin menambah waktu dan biaya proses. Maka Lean ialah bagaimana semua kegiatan kita bernilai tambah bagi hasil akhir yang diterima pelanggan. Siapa yang menilai bahwa aktifitas kita itu memberi nilai tambah atau tidak? Ialah pelanggan kita, pengguna/ penerima hasil kerja kita. Misalkan kita berangkat kekantor pada pagi hari maka pastinya dijalan akan ketemu macet, menunggu lampu merah, mengerem karena ada orang yang menyeberang bahkan kendaraan kita kempes ban. Semua yang membebani waktu kita dari aliran waktu menuju kekantor ialah pemborosan. Nah... kalo Lalu Lintas kita mengadopsi Lean maka... Tidak ada orang menyeberang di jalan karena ada jembatan penyeberangan. Tidak ada lampu merah karena perempatan jalan memaka...

Mengenal TPM

Image
Rusak perbaiki, Rusak perbaiki, Rusak lagi ya perbaiki lagi! Ini merupakan management fire fighting penuh dengan tekanan lahir batin. Semua pekerja pastinya tidak ingin tertekan dengan keadaan serba urgent sehingga hal-hal strategis menjadi terbengkalai. Boro boro melakukan inovasi atau perencanaan, lah wong kena tampar oleh keadaan serba urgent saja kita sudah hampir pingsan, paling tidak sebutir paracetamol sering menemani. Efek kondisi tanpa perencanaan atau management pemadam kebakaran sungguh memusingkan dan dampak lahir batin pun lambat laun akan menghampiri kita. Kegerahan kondisi carut marut seperti ini berdampak pada larinya para pelanggan. Mungkin pelanggan tidak lari namun dalam benaknya jika masih ada perusahaan yang memberikan layanan lebih baik, putusan goodbye pun layak untuk kita terima. Pelanggan tidak bisa kita salahkan, mereka adalah raja yang harus kita layani dan mereka selalu benar. Hal ini gak bakal di amini...

Asertif

Image
ASERTIF Kalimat asertif adalah cara berkomunikasi yang tidak menyerang lawan bicara. Inti kalimat terletak pada pengungkapan perasaan kita dengan terus terang, sopan, dan apa adanya. Gak muter bin mbulet!. Manusia punya cenderungan mempertahankan diri bila diserang. Demikian pula bila ia merasa disalahkan, direndahkan, atau tidak dihargai. Sebab itu penting sekali memperlihatkan sikap positif dalam berkomunikasi, bagaimanapun sebalnya kita pada lawan bicara kita. Ini tidak mudah, perlu berpikir sebelum berkata, dan berlatih melakukannya.Sebuah pesan akan sampai dengan baik jika disampaikan pada waktu, tempat dan cara yang tepat. Masalahnya, kita kadang-kadang ingin langsung saja. Kalau caranya kurang pas, orang yang kita ajak bicara jadi tidak senang. Akhirnya pesan kita tidak sampai dengan baik. Bahkan bisa menimbulkan salah pengertian. BEBERAPA CONTOH Berikut ini beberapa contoh kalimat yang menyerang : ...

Sentuhan Pribadi

Image
Jika perusahaan kita rutin mengadakan acara kumpul-kumpul/ gathering, makan siang bareng, silaturrahmi bulanan antar karyawan, Go Wes bareng, dsb berarti perusahaan kita sudah memahami bagaimana ikatan batin yang kuat dapat membuat iklim kerja yang bersemangat dan mendukung sustainabilitas bisnis usaha. Saya coba benchmark ke salah satu perusahaan grup Astra dan sebuah perusahaan plantation besar di Jakarta Selatan. Disana program "sentuhan pribadi" dirancang untuk menyatukan anggota tim, berupa acara-acara non formal  dan tidak membahas permasalahan pekerjaan. Harapan "kumpul kumpul" ini ialah semata-mata membangun ke intiman yang lebih kuat. Sejumlah uang/ anggaran ditetapkan setiap bulannya pada setiap kelompok. Misal kelompok sepeda/ GoWes, kelompok Supervisor, kelompok Manajer, kelompok sebuah departemen dll. Bahkan pada tingkat jajaran Manajer ke atas ada yang telah di Setting anggaran departemennya untuk makan siang bersama. Durasi kegiatan sedapat mungki...