Jumat, Mei 20, 2016

WEB CHECKIN CITILINK & LEAN SIXSIGMA

Citilink adalah pesawat kesukaan sy, juga Batik air. Kedua ini adalah rujukan perjalanan sy. Bukan hanya sebagai LowCost carier, namun pada pelayanan dan ketepatan waktu. Walaupun kadang molor juga, namun gk separah lainnya :).




Foto : Citilink dari infojalanjalan.com

Dalam Lean Sixsigma, moral yang dikembangkan ialah semua bisnis harus bisa memahami keinginan para pelanggannya dan mampu menjual value proposition, perbaikan terus menerus agar bisnis tetap jalan sepanjang masa.

Salah satu proses pelayanan pesawat ialah salah satunya fasilitas Web Checkin. Mungkin manfaat yang diharapkan pelanggan ialah:
1. Checkin nggak ngantri di air port
2. Kursi dapet bagian depan
3. Kursi bisa memilih
4. Kursi nggak dapat di tengah (Di jendela atau di gang)
Biasanya pemilihan kursi pada maskapai tanpa web checkin ialah dilakukan di airport, by request ke petugas maskapai, itupun jika tersedia.

4 Hal diatas ialah diantara dari beberapa Voice Of Customer (Keinginan pelanggan) pada sebuah segment customer. Tanpa update terus menerus tentang Voice of Customer, lambat laun bisnis memudar, layu tak berkembang, bahkan di wafatkan oleh para pelanggannya.
Nah saya sebagai customer pesawat yang lebih dari 10x terbang dalam setahun, sembari bertugas mengimprove proces bisnis perusahaan dengan Lean Sixsigma, hari ini, kedua kalinya mengalami hal yang menurut saya tdk nyaman. Keluhan sy ini adalah yang kedua. Saya beli tiket beberapa hari sebelum keberangkatan dan melakukan web checkin. Namun tiket yg didapat via web checkin: 2 kali kejadian berada di urutan paling belakang. Hari ini sy duduk di QG813 Cgk-Sub. Seat 31c.

Sebagai pelanggan, saya gk suka berada dekat toilet, kursi sempit dan tidak bisa diatur utk sedikit rebah kebelakang, krn kursi paling belakang mentok ke dinding. Apalagi lutut sama bangku "pas" seperti rumah sederhana yaitu RSS (Ruang Sangat Sempit). Namun di maskapai Batik air, ruangan menurut saya lebih bersahabat dengan lutut saya.



 Foto: Jarak Lutut dan Kursi depan Citilink (+/- sisa 5 cm)

Sy tweet ke @citilink, nanya bisakah di ganti seat nya? Dan diberi informasi bisa di airport. Setiba di airport Cengkareng, sekitar Jumat 20 May 2016, jam 14.30 sy nanya ke petugas citilink (cewek pakai jilbab di row 22) Dan mengatakan tidak bisa rubah seat kecuali bayar.

Looh???? Enak aja. Jebakan batman nih. I am very very Upset pada Web Checkin Citilink.

Jadi ngapain checkin di web kalo dpt seat paling belakang?
Its Non Value AńŹded. garuk garuk kepala dan ada hal yg gak pas menurut saya di Citilink.

Gondok... dongkol dan pasrah kedua kali utk duduk di seat yg gk sy sukai.

"JANGAN GUNAKAN WEB CHECKIN" thats the point.
Now i am at home dengan selamat, dan prepare penerbangan Senin ke Jakarta lagi namun gak pakai Citilink. Batik air aja. Then Kamis ke Makasar.

My Trip My Adventure, terus berjuang mengimplementasikan Lean SixSigma wujud kecintaan pada pelanggan agar bisnis terus berkembang.





Tidak ada komentar: